WHO Resmi Masukkan Budi Gunadi Sadikin Kandidat Dirjen

Share

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin resmi tercatat sebagai salah satu kandidat calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia. Dilansir dari Detik Health, nama Budi masuk dalam daftar usulan di situs resmi WHO per 22 Agustus 2026 bersama tiga calon lain dari Qatar, Arab Saudi, dan Belgia.

Pencalonan ini menyusul laporan media internasional Devex terkait wawancara Budi di World Health Assembly ke-79 di Jenewa. Budi mengonfirmasi telah membahas peluang tersebut bersama Presiden Prabowo Subianto, tetapi menekankan bahwa pencalonan harus diajukan secara resmi oleh negara.

"Saya akan mengonfirmasi setelah negara mengirimkan surat resmi, karena menjadi Direktur Jenderal WHO bukan pengajuan individu, melainkan harus diajukan oleh negara," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Merespons kabar pencalonannya saat dikonfirmasi langsung pada Senin (22/6/2026), Budi hanya memberikan tanggapan singkat sambil berseloroh.

"Iya?" kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Ia kemudian berseloroh mengenai profesi lain di luar bidang kesehatan.

"Saya jadi ikatan wartawan saja," ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa tahapan pemilihan Dirjen WHO meliputi pengusulan lamaran hingga 24 September 2026, penilaian oleh Badan Eksekutif WHO pada Januari 2027, serta pemungutan suara akhir di World Health Assembly pada Mei 2027.

"Ada 34 anggota WHO Executive Board periode ini, sayangnya sekarang tidak ada wakil Indonesia di dalamnya," tutur Tjandra Yoga Aditama, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.

Tjandra menegaskan bahwa pejabat WHO diwajibkan menjunjung integritas sebagai aparatur sipil internasional dan berfokus pada kepentingan kesehatan global tanpa memihak negara asal.

"Pengalaman saya 5 tahun kerja di WHO maka prinsipnya kami sebagai pegawai WHO adalah 'International civil servant', yang bekerja untuk kepentingan kesehatan global. Begitu menjadi staf WHO maka kami berpikir dan bertindak nya adalah untuk kesehatan dunia, dan tidak hanya mementingkan satu negara tertentu," kata Tjandra Yoga Aditama, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara pada Senin (24/6/2026).

Ia mencontohkan kasus pemberhentian Mantan Direktur Regional WHO Pasifik Barat Dr Takeshi akibat tuduhan kelalaian yang menguntungkan negara asalnya.

"Ini kembali menegaskan bahwa pimpinan WHO tidak boleh berpihak ke negara asal nya, harus berorientasi global," kata Tjandra Yoga Aditama, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author