PM Anwar Ibrahim Minta Presiden Prabowo Tinjau Investasi Felda di EHP

Share

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyurati Presiden Prabowo Subianto terkait investasi Felda di PT Eagle High Plantations Tbk (EHP), yang berpotensi menimbulkan kerugian hingga miliaran ringgit, dilansir dari Detik Finance.

Anwar menyebut total potensi kerugian mencapai RM 2,5 miliar atau sekitar Rp 10,75 triliun dengan kurs Rp 4.300 per ringgit, akibat keputusan manajemen Felda sebelumnya. Dana yang masih bisa diselamatkan diperkirakan hanya sekitar RM 200 juta.

Menurut Anwar, investasi tersebut sedang dalam proses hukum di Indonesia. Ia mengatakan, "Investasi ini sedang dalam proses hukum di Indonesia. Saya telah menulis surat kepada Presiden Prabowo untuk meminta beliau meninjau masalah ini."

Felda adalah badan pemerintah Malaysia yang mengelola pembangunan dan pengembangan lahan pertanian untuk membantu kesejahteraan masyarakat pedesaan. Pada Desember 2016, Felda melalui FIC Properties Sdn Bhd membeli saham EHP di Indonesia senilai US$ 505,4 juta.

Harga pembelian saham itu mendapat kritik karena dinilai terlalu tinggi dibandingkan nilai pasar dan harga saham setelahnya. Anwar menegaskan bahwa pengungkapan angka krisis keuangan ini bertujuan agar seluruh manajemen Felda memahami besarnya tantangan dalam pemulihan.

"Yang ingin saya tekankan adalah seluruh manajer Felda harus benar-benar memahami masalah ini. Mereka tidak boleh berkecil hati, tetapi harus menyadari bahwa masalah-masalah ini harus diselesaikan," ujar Anwar.

Terkait upaya pemulihan lebih luas, Anwar memastikan pemerintah berkomitmen mempercepat proyek-proyek kesejahteraan dasar tanpa harus menunggu anggaran tahun depan.

Ia menambahkan bahwa penekanan pada tata kelola, integritas, dan akuntabilitas bukan bertujuan mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan menjaga kepercayaan publik dan memastikan Felda kembali menjadi lembaga yang dapat dibanggakan negara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author