Bayi di Inggris Terdiagnosis Kanker Langka Usai Dikira Sembelit

Share

Seorang bayi perempuan berusia satu tahun bernama Florence Wilde terdiagnosis mengidap kanker langka jenis neuroblastoma pada November 2024, setelah sebelumnya berulang kali hanya terdiagnosis mengalami sembelit oleh dokter umum, dilansir dari Detik Health.

Kondisi Florence semula ditandai dengan perut yang terus membengkak serta tubuh yang sering lemas. Dokter umum yang memeriksanya hanya memberikan resep obat pencahar, hingga pemeriksaan darah atas desakan keluarga akhirnya mengungkapkan keberadaan tumor seberat 2 kg di dalam tubuhnya.

Ibunya, Anna Chattaway, menceritakan awal mula penyakit yang menimpa putrinya sebelum penanganan medis dilakukan.

"Dia didiagnosis sebulan setelah ulang tahun pertamanya," kata Anna.

Ia menyampaikan bahwa kondisi kesehatan Florence sempat menurun akibat beberapa penyakit lain sebelum diagnosis kanker tersebut keluar.

"Ada periode enam minggu sebelumnya sebelum dia sakit karena berbagai hal," tambahnya.

Florence juga sempat mengalami infeksi kulit dan mulut yang memerlukan penanganan antibiotik.

"Dia terkena infeksi, dia menderita penyakit tangan, kaki, dan mulut, dia diberi antibiotik tetapi tidak bisa beraktivitas untuk sementara waktu," tambahnya.

Pihak medis awal mulanya menduga lokasi tumor Florence terbatas pada satu area saja.

"Mereka mengira penyakit itu hanya ada di satu tempat, di perutnya, mereka berasumsi penyakit itu terlokalisasi."

Namun, pemindaian lanjutan pada Januari 2025 menunjukkan sel kanker telah menyebar hingga ke area tulang belakang Florence.

"Penyakit itu menyebar dengan cepat dalam beberapa minggu, itulah mengapa kami sangat marah karena jika seseorang melihatnya saat pertama kali kami pergi ke dokter umum, kami bisa mendeteksinya lebih cepat."

Florence menjalani operasi pengangkatan tumor hingga 95 persen pada Maret 2025, dilanjutkan dengan kemoterapi dosis tinggi tiga minggu kemudian serta siklus imunoterapi pada Oktober 2025. Perkembangan tumor tersebut akhirnya dinyatakan berhenti pada April 2026.

"Sepanjang waktu kami diberitahu bahwa dia baik-baik saja. Setiap kali dirawat, dia selalu penuh semangat, dia sungguh luar biasa," kata Anna.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author