Infrastruktur Fiber Optik Indonesia Jangkau 53 Ribu Desa

Share

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital membentangkan jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 1,19 juta kilometer untuk mempercepat pemerataan konektivitas internet nasional. Capaian infrastruktur digital tersebut dilaporkan pada Senin (24/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Panjang jaringan kabel laut tercatat mencapai 131.325,99 kilometer dan fiber optik darat membentang sepanjang 1,06 juta kilometer. Penetrasi infrastruktur ini telah mengubungkan berbagai wilayah dari tingkat pulau hingga pelosok pemukiman.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan data jangkauan layanan konektivitas berbasis kabel optik tersebut kepada publik.

"Dengan cakupan tersebut, infrastruktur fiber optik kini telah menjangkau 53.382 desa atau 63,79 persen dari 83.687 desa di Indonesia," kata Meutya.

Pengembangan titik pembagi sinyal atau Optical Distribution Point (ODP) juga terus dilakukan demi mendistribusikan koneksi utama menuju perangkat pengguna akhir.

"Setara dengan 51,66% (43,233 Desa) dari 83.687 desa di Indonesia yang telah tercover untuk menyebarkan sinyal optik ke pelanggan," ucap Meutya.

Penyebaran koneksi berbasis seluler 4G sudah mencapai 98,96 persen populasi atau sekitar 267 juta jiwa hingga kuartal I 2026. Namun, cakupan secara geografis daratan baru menyentuh 54,23 persen atau setara 1,03 juta kilometer persegi.

Di sisi lain, jangkauan jaringan 5G masih terbatas pada wilayah tertentu meski telah diakses puluhan juta pengguna.

"Adapun jaringan 5G masih dalam tahap awal pengembangan, dengan cakupan sekitar 2,38% wilayah, namun sudah mampu melayani sekitar 109 juta jiwa, menunjukkan langkah awal yang positif menuju transformasi digital berkecepatan tinggi di seluruh pelosok Indonesia," ungkap Meutya.

Target strategis pemerintah menetapkan kecepatan rata-rata internet bergerak maupun tetap dapat menyentuh 100 Mbps pada 2029. Pada 2026, kecepatan rata-rata internet seluler diproyeksikan naik menjadi 60 Mbps, sedangkan koneksi pita lebar tetap ditargetkan mencapai 45 Mbps.

Upaya penyediaan akses internet juga menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat meninjau Pulau Miangas pada Sabtu (9/5), Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membuka isolasi komunikasi di 2.500 desa target.

"Kami akan memperkuat jaringan supaya handphone bisa beroperasi di sini," ucap Prabowo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author