Kuliner Ekstrem India yang Menguji Keberanian Turis Mancanegara

Share

Keragaman kuliner India tidak hanya terbatas pada sajian populer seperti butter chicken atau biryani. Dilansir dari Detik Food, terdapat beragam olahan tradisional yang kerap dianggap ekstrem oleh turis mancanegara karena memanfaatkan bahan dasar tidak biasa.

Masyarakat lokal menganggap makanan-makanan ini sebagai warisan budaya dan bagian dari ekologi wilayah setempat. Berikut adalah beberapa hidangan unik khas India yang menyajikan cita rasa serta pengalaman kuliner berbeda.

1. Chaprah

Masyarakat suku Bastar di Chhattisgarh mengolah semut merah beserta telurnya menjadi hidangan pedas bernama chaprah. Penduduk setempat mengumpulkan bahan tersebut dari hutan sebelum menumbuknya bersama rempah-rempah seperti jahe, cabai, dan bawang putih.

Kandungan asam formic dalam semut merah diyakini memiliki sifat anti-bakteri. Manfaat ini dipercaya membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.

2. Eri Polu

Masyarakat daerah Assam memanfaatkan kepompong ulat sutra sisa produksi kain menjadi sajian bernama eri polu. Bahan utama ini dimasak dengan cara ditumis, digoreng, atau diasap bersama bumbu rempah lokal.

Hidangan ini kerap disantap bersama fermentasi rebung. Olahan ulat sutra tersebut menghadirkan tekstur lembut serta cita rasa umami di bagian dalam.

3. Kaki Katak

Suku Lepcha di Sikkim memiliki tradisi mengonsumsi kaki katak yang dimasak goreng atau dibumbui kaya rempah. Selain sebagai bahan makanan, olahan ini dipercaya dapat membantu meredakan gangguan pada perut.

4. Phan Pyut

Tradisi olahan kentang fermentasi bernama phan pyut berkembang di wilayah India Timur Laut. Olahan ini bermula dari upaya masyarakat tradisional mencegah pemborosan kentang yang memar.

Kentang fermentasi tersebut disajikan sebagai lauk atau campuran salad. Bumbu pedas khas lokal ditambahkan untuk menyeimbangkan aromanya yang kuat.

5. Bheja

Tradisi kuliner Hyderabad dan Lucknow mengenal sajian bheja yang mengolah otak kambing atau domba. Bahan utama tersebut dimasak bersama bawang bombai, tomat, dan rempah-rempah hingga menghasilkan tekstur yang lembut.

Hidangan olahan otak ini umumnya dinikmati bersama nasi hangat atau roti pipih seperti chapati.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author