Dokter Spesialis Gizi Imbau Pengurangan Gorengan Secara Bertahap

Share

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyarankan masyarakat untuk mengontrol frekuensi dan porsi makan gorengan serta olahan tepung secara bertahap guna menghentikan kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut, Kamis (20/8/2026), dilansir dari Detik Health.

Metode pemotongan asupan secara mendadak atau ekstrem dinilai berisiko memicu efek bumerang pada tubuh. Penghentian secara tiba-tiba justru berpotensi menimbulkan fase kecanduan (craving) yang hebat, sehingga memancing aksi makan berlebihan di kemudian hari.

"Kalau tiba-tiba nggak makan gorengan sama tepung secara dadakan, itu biasanya susah. Paling cuma bertahan 2 sampai 3 hari," ujar dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).

Sebagai langkah penyesuaian, frekuensi konsumsi mingguan dapat dipangkas dari yang semula hampir setiap hari menjadi dua hingga tiga kali saja dalam seminggu.

"Kalau biasanya hampir setiap hari, frekuensinya dikurangin lagi. Misalnya jadi seminggu 2 atau 3 kali dulu," jelasnya.

Selain frekuensi mingguan, pembatasan takaran harian juga memegang peranan penting. Konsumsi harian yang biasanya mencapai lima buah gorengan dapat dikurangi secara perlahan menjadi dua buah saja per hari agar tubuh beradaptasi dengan baik.

"Intinya kita juga harus belajar memahami tubuh. Jadi pelan-pelan nguranginnya, bukan tiba-tiba langsung 'disiksa' untuk enggak makan gorengan atau tepung. Kurangi porsi dan frekuensinya secara bertahap," pungkas dr Yaze.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: diet sehat gorengan kesehatan
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author