Israel Katz ancam pembunuhan terarah dan evakuasi Gaza
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam melakukan pembunuhan terarah serta mengevakuasi permukiman di Jalur Gaza sebagai respons atas balon, layang-layang, dan drone dari wilayah itu yang dilaporkan menuju permukiman Israel. Katz menyatakan peluncuran tersebut dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab dari Hamas, setelah media lokal melaporkan adanya layang-layang yang mendarat di dekat permukiman yang berbatasan dengan Jalur Gaza. Dilansir dari Anadolu Agency dan TRT World, Senin (24/8/2026), media-media lokal Israel menyebut terdapat beberapa layang-layang dari Gaza yang ditemukan di sekitar wilayah komunitas Nahal Oz dalam rentang 24 jam.
Militer Israel menyebut ada empat layang-layang ditemukan di dekat area komunitas Nahal Oz dalam waktu 24 jam.
Setelah pemeriksaan, militer Israel mengakui "tidak ditemukan material mencurigakan", termasuk peledak, dan menyatakan layang-layang itu "tidak membahayakan masyarakat". Dilansir dari Anadolu di lapangan, layang-layang itu umumnya diterbangkan anak-anak sebagai rekreasi, khususnya di kamp-kamp pengungsian Gaza, guna mencari hiburan di tengah kondisi berat akibat perang.
Dalam pernyataan yang dikutip surat kabar Israel Hayom pada Minggu (23/8), Katz mengatakan dirinya memerintahkan militer Israel untuk "bertindak dengan tegas" terhadap peluncuran balon, layang-layang, dan drone dari Jalur Gaza, serta mengambil langkah pencegahan. Dalam keterangannya, Katz menyebut langkah tersebut mencakup "menindak para pemimpin Hamas yang bertanggung jawab atas peluncuran itu dan para pelakunya sendiri, dan mengevakuasi kawasan dan area yang menjadi tempat peluncuran dilakukan".
Katz juga menyebut setiap peluncuran semacam itu dari Jalur Gaza sebagai "tindakan militer dalam segala aspek" serta mengancam akan memburu siapa pun yang "mengorganisasi, melakukan, atau mengizinkan peluncuran tersebut". Ia mengatakan "Balon itu sama seperti layang-layang, dan layang-layang sama seperti drone, baik membawa peledak atau tidak". Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu (23/8), Katz dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengancam meningkatkan "operasi pembunuhan terarah" di Jalur Gaza dan mengevakuasi warga Palestina dari area permukiman bila peluncuran berlanjut.
Juru bicara Hamas Hazem Qassem menyebut ancaman Israel itu "didasarkan pada dalih rekaan" atas objek yang disebutnya sebagai "mainan anak-anak di kamp pengungsian".
Qassem memperingatkan ancaman semacam itu bisa menjadi "upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran" terhadap rakyat Gaza, termasuk "mengancam anak-anak di Jalur Gaza".