Dokter Ungkap Faktor Penentu Ketahanan Pesepeda Bentang Jawa

Share

Ajang balap sepeda ultra Bentang Jawa menjadi sorotan publik setelah menuntut peserta mengayuh sejauh 1.500 km. Lintasan dengan elevasi ekstrem tersebut membuat para pengayuh pedal yang berhasil finis mendapat julukan monster.

Keterlibatan fisik yang tinggi mengharuskan peserta mengatur sendiri kebutuhan gizi, cairan, hingga perbaikan sarana secara mandiri. Menurut dr Andhika Raspati, SpKO, eks dokter tim nasional balap sepeda Indonesia, peserta ajang ini idealnya memiliki kondisi fisik khusus.

"Orang yang level latihannya sudah layak ikut Bentang Jawa, seharusnya memiliki VO2 Max yang bagus, harusnya," kata dr Dhika saat dihubungi detikcom, Senin (24/8/2026).

Meskipun demikian, kapasitas VO2 Max yang tinggi bukan satu-satunya penentu keberhasilan mengarungi rute berhari-hari. Berbagai kesiapan teknis dan manajemen diri memegang peranan yang sangat penting bagi setiap peserta.

"Nggak VO2 Max doang. Ya ngomongin bagaimana carbo loading-nya, refueling-nya, bagaimana nutrisinya, kecukupan istirahatnya, mentalnya ngaruh juga semuanya. Kalau ngomongin cycling, sepedanya juga. Berhati banyak banget faktor yang berperan," katanya.

Faktor emosional seperti dorongan mental dan lonjakan hormon juga memberikan bantuan fisik, meski dampaknya relatif terbatas pada durasi tertentu.

"Kalau dia sifatnya tidak terlalu high intensity, dalam artian tidak terlalu memacu adrenalin yang sangat amat tinggi ya kan, efeknya juga terbatas," tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author