Prof Agung Jelaskan Perbedaan Teknik Budidaya Ube dan Ubi Ungu
Popularitas ube sebagai bahan olahan kuliner modern seperti pastry dan es krim menyebabkan permintaan terhadap umbi ungu pekat ini meningkat, berbeda dari ubi ungu lokal yang sering disamakan meski berbeda jenis. Prof Agung Karuniawan, pakar Plant Breeding dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, menjelaskan bahwa budidaya ube (Dioscorea alata) memerlukan teknik lebih kompleks dibanding ubi ungu (Ipomoea batatas). Menurut Prof Agung, ube adalah tanaman merambat yang memerlukan pengaturan pertumbuhan tajuk dan lanjaran atau penyangga agar tumbuh terarah, sementara ubi jalar tumbuh menjalar di permukaan tanah tanpa butuh konstruksi penyangga.
Pengelolaan ruang vertikal menjadi aspek penting dalam budidaya ube. Namun, studi di Indonesia menunjukkan penyangga tidak selalu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman secara signifikan.
"Kebutuhan lanjaran harus disesuaikan dengan varietas, sistem produksi, dan tujuan budidaya," kata Prof Agung. Budidaya ube tidak sulit, hanya berbeda dalam pengelolaan pertumbuhan dibanding ubi jalar. Secara teknis, keduanya memerlukan bahan tanam, pengolahan tanah, pengaturan air, pemupukan, pengendalian hama, dan panen, namun ada kekhususan pada ube.
Siklus produksi ube lebih panjang, sekitar 8 hingga 10 bulan, sehingga manajemen tanam harus disusun berbeda dari tanaman umbi berumur pendek lainnya. Penelitian di IPB menemukan ukuran potongan umbi memengaruhi pertumbuhan bibit, menandakan teknologi perbanyakan penting untuk pengembangan massal ube.
Budidaya ube di Indonesia sudah ada, namun masih dalam skala terbatas dan belum berkembang sebagai komoditas besar seperti singkong atau kentang. Beberapa daerah yang memproduksi ube antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Perbedaan utama ube dengan ubi ungu adalah ube tumbuh merambat dan memerlukan pengaturan khusus, sedangkan ubi ungu menjalar di permukaan tanah dengan teknik budidaya yang lebih sederhana.
Informasi ini dikutip dari Detik Health.