Terungkap 7 Alasan Nyamuk Lebih Sering Menggigit Orang Tertentu

Share

Sebagian orang sering kali merasa menjadi sasaran utama gigitan nyamuk dibandingkan individu lain di sekitarnya. Perbedaan intensitas gigitan tersebut terjadi bukan karena faktor kebetulan belaka.

Para ahli biologi yang mempelajari perilaku serangga mengemukakan bahwa nyamuk memiliki kemampuan mengenali target melalui karakteristik khusus. Nyamuk memanfaatkan kemampuan sensorik untuk mendeteksi aroma tubuh hingga suhu panas calon mangsanya.

Sebagaimana dilansir dari HaiBunda, serangga ini tergolong sangat selektif dalam memilih target. Ada tujuh faktor utama yang membuat seseorang lebih rentan dikerubungi nyamuk.

Penggunaan produk perawatan tubuh beraroma wangi, terutama yang memiliki wangi bunga kuat, dapat memicu perhatian nyamuk dari jarak sedang menurut Cleveland Clinic.

Warna pakaian yang dikenakan juga memegang peranan penting. Nyamuk cenderung tertarik pada warna gelap dan terang seperti merah, oranye, hitam, serta biru kehijauan (cyan).

Spesialis pengobatan darurat Christopher Bazzoli MD menjelaskan bahwa warna kulit manusia yang memiliki rona merah atau merah muda turut menjadi alasan visual bagi nyamuk untuk mendekat.

Suhu tubuh yang tinggi juga menarik perhatian serangga ini. Nyamuk menyukai lingkungan hangat, sehingga kondisi kulit yang berkeringat dan kepanasan menjadi area ideal bagi mereka.

Faktor golongan darah turut memengaruhi daya tarik target. Menurut Reader's Digest, penelitian menunjukkan bahwa pemilik golongan darah O lebih sering menjadi sasaran gigitan nyamuk.

Studi tahun 2019 terkait penyebaran demam berdarah mengonfirmasi preferensi nyamuk terhadap golongan darah O. Meskipun demikian, hal tersebut tidak memengaruhi jumlah telur yang dihasilkan nyamuk.

Pola konsumsi makanan dan minuman tertentu juga dapat meningkatkan risiko. Meskipun belum ada riset pendukung untuk makanan asin atau pedas, konsumsi bir dan pisang terbukti meningkatkan potensi kedatangan nyamuk.

Aktivitas fisik seperti olahraga memicu tiga faktor penarik sekaligus. Saat berolahraga, tubuh memproduksi lebih banyak karbon dioksida, suhu tubuh meningkat, dan penumpukan asam laktat terjadi secara bersamaan.

Kondisi kehamilan menjadi faktor pemicu lainnya. Hasil riset tahun 2000 terhadap nyamuk pembawa malaria menunjukkan bahwa wanita hamil memiliki tingkat daya tarik dua kali lipat dibanding wanita yang tidak hamil.

Langkah Efektif Mencegah Gigitan Nyamuk

Pencegahan gigitan nyamuk dapat dilakukan melalui beberapa tindakan praktis di lingkungan sekitar rumah. Penggunaan pakaian berpotongan panjang seperti baju dan celana panjang efektif menutupi permukaan kulit yang terbuka.

Genangan air di area rumah atau halaman harus rutin dibersihkan karena menjadi tempat utama bagi nyamuk untuk bertelur dan berkembang biak.

Pemasangan kawat kasa pada jendela berkhasiat menahan akses masuk serangga ke dalam ruangan. Penggunaan kipas angin di area teras atau dek juga efektif karena hembusan angin keras menyulitkan pergerakan terbang nyamuk.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author