Ajang Moto Prix Pekanbaru Himpun Donasi Gempa NTT Rp120 Juta
Ajang balap Kejuaraan Moto Prix Piala Wali Kota Pekanbaru 2026 yang berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Sirkuit Non-Permanen Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru berhasil menggalang donasi Rp120 juta untuk korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur, seperti dilansir dari Detikcom.
Selain aksi kemanusiaan, kompetisi balap motor ini juga memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang diberikan tempat berjualan secara gratis selama acara berlangsung.
Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM menyampaikan apresiasinya atas antusiasme masyarakat serta manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari gelaran olahraga otomotif gratis tersebut.
"Alhamdulillah, acaranya selesai dan berlangsung meriah. Masyarakat bisa menonton gratis, hadiah untuk para juara juga besar, dan UMKM yang berjualan juga kita gratiskan," kata Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho SE MM.
Pemerintah Kota Pekanbaru sengaja mengarahkan ajang kejuaraan ini agar dapat menggerakkan perputaran ekonomi lokal serta memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Yang paling membahagiakan, dari event ini kita juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp120 juta untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi," ujar Agung Nugroho.
Melalui kejuaraan resmi ini, para pemuda diharapkan memiliki arena yang aman untuk menyalurkan minat otomotif guna mengurangi potensi aksi balapan liar di jalan raya.
"Kita ingin anak-anak muda yang punya hobi balap memiliki tempat yang benar untuk menyalurkan bakatnya. Bukan balapan di jalan raya. Karena itu, event seperti ini akan kita dorong rutin, sekaligus menjadi ruang bagi UMKM dan kegiatan sosial," kata Agung Nugroho.
Pihak Pemko Pekanbaru kini tengah berkoordinasi dengan jajaran Polresta Pekanbaru untuk merencanakan agenda kejuaraan serupa yang digelar secara rutin dalam setahun.
"Setelah kita diskusikan dengan Pak Kapolresta, kita berharap event seperti ini bisa dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Dengan adanya wadah resmi, mudah-mudahan balapan liar di Kota Pekanbaru semakin berkurang," ujar Agung Nugroho.
Kota Pekanbaru diproyeksikan bakal terus menggenjot kejuaraan berskala nasional untuk memperluas dampak pengembangan talenta dan ekonomi daerah.
"Mudah-mudahan ke depan kita bisa menghadirkan event-event balap tingkat nasional di Pekanbaru. Selain mengembangkan olahraga otomotif dan melahirkan pembalap-pembalap berprestasi, tentunya kita berharap juga memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Pekanbaru," kata Agung Nugroho.
Kejuaraan yang mempertandingkan 15 kategori kelas utama dan supporting ini diikuti sekitar 200 pembalap dari berbagai wilayah Sumatera dengan total 400 starter.
Salah satu pembalap asal Bukittinggi, Ardia Farel Ramadhan, sukses merebut podium pertama pada kelas Bebek Standar U-23 setelah melewati persaingan sengit hingga lap terakhir.
"Alhamdulillah bisa mendapatkan podium pertama. Persaingan cukup ketat dan pada lap terakhir saya bisa kembali menyalip," kata Pembalap Ardia Farel Ramadhan.
Kualitas lintasan dan kondisi aspal di sirkuit non-permanen Tenayan Raya tersebut juga mendapatkan respons positif dari para pembalap.
"Layout sirkuitnya bagus, aspalnya tidak licin. Enak untuk cornering dan chicane-nya juga bagus. Cuacanya juga mendukung," ujar Ardia Farel Ramadhan.
Para peserta berharap ajang balap motor resmi ini terus berlanjut secara berkelanjutan di Kota Pekanbaru pada masa mendatang.
"Semoga ada seri berikutnya dan event seperti ini bisa kembali digelar di sini," kata Ardia Farel Ramadhan.