Startup Phia Tersandung Dugaan Praktik Cookie Stuffing
Startup asisten belanja AI Phia milik Phoebe Gates menghadapi tuduhan penggunaan praktik cookie stuffing untuk memperoleh komisi dari transaksi yang tidak mereka hasilkan, dilansir dari Detik iNET.
Dugaan ini bermula dari investigasi Bloomberg yang menyebut Phia memasang kode referral afiliasi secara otomatis saat pengguna berbelanja, sehingga transaksi tercatat berasal dari Phia meski konsumen datang secara mandiri.
Phoebe dan co-founder Phia, Sophia Kianni, dilaporkan telah mengetahui fitur pemasangan cookie otomatis tersebut sejak berbulan-bulan sebelumnya. Namun, pihak Phia membantah sejumlah aspek temuan Bloomberg dan telah menghapus fitur pemicu kesalahan atribusi pada 7 Juli 2026.
Perusahaan kini sedang meninjau dan mengembalikan transaksi yang salah atribusi kepada mitra merek, serta berencana merekrut kepala kepatuhan.
"Kami akan belajar dari hal ini dan ingin memastikan pengguna mendapatkan pengalaman belanja terbaik," kata juru bicara Phia, seperti dikutip dari People.
Praktik cookie stuffing secara teori berpotensi bersinggungan dengan wire fraud di AS dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. Meski demikian, Star Kashman selaku founding partner Cyber Law Firm menilai konsekuensi yang lebih realistis jika terbukti adalah gugatan perdata dan penalti finansial.
Hingga saat ini belum ada dakwaan pidana yang dijatuhkan kepada Gates, Kianni, maupun Phia terkait sengketa atribusi transaksi tersebut.