Konsumsi Kacang Harian Turunkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
Kebiasaan mengonsumsi kacang setiap hari dapat berhubungan dengan penurunan risiko tekanan darah tinggi, menurut sebuah penelitian yang dikutip dari Detik Health.
Dalam riset yang dimuat di British Journal of Nutrition pada 4 Agustus, konsumsi sekitar satu genggam kacang atau 28-30 gram per hari dikaitkan dengan pengurangan risiko hipertensi hingga 20 persen.
Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis dan meta-analisis dari delapan studi prospektif yang melibatkan 143.380 orang dewasa dengan rentang usia 18 hingga 87 tahun. Selama masa pengamatan, tercatat 20.665 kasus hipertensi.
Hasil membandingkan kelompok dengan konsumsi kacang tertinggi dan terendah menunjukkan bahwa mereka yang lebih banyak makan kacang berisiko 16 persen lebih rendah mengalami tekanan darah tinggi.
Setiap tambahan konsumsi kacang sebanyak 28 gram per hari juga dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 20 persen. Namun, peningkatan konsumsi di atas jumlah tersebut tidak menambah manfaat penurunan risiko secara signifikan.
Meski demikian, penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat langsung antara konsumsi kacang dan pencegahan hipertensi. Ahli diet kardiologi preventif Michelle Routhenstein menegaskan bahwa data ini berasal dari studi observasional sehingga tidak bisa disimpulkan secara langsung bahwa kacang mencegah tekanan darah tinggi.
"Kacang tidak berarti mencegah atau mengobati tekanan darah tinggi dengan sendirinya. Namun, kacang bisa menjadi bagian yang sangat membantu dari pola makan yang menyehatkan jantung," ujar Michelle Routhenstein.
Kacang mengandung berbagai nutrisi penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, seperti serat, lemak tak jenuh, magnesium, kalium, protein nabati, vitamin, dan senyawa antioksidan.
Magnesium berperan membantu pembuluh darah menjadi lebih relaks dan melebar sehingga berpotensi menurunkan tekanan darah. Kalium membantu mengimbangi efek natrium dan mengurangi ketegangan pada dinding pembuluh darah.
Ahli diet Kristin Kirkpatrick menyebutkan bahwa beragam jenis kacang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kardiometabolik. Beberapa kacang seperti kenari, kacang tanah, dan almond juga mengandung L-arginine yang membantu pelebaran pembuluh darah, berkontribusi positif terhadap tekanan darah.
Pilihan Kacang dan Cara Konsumsi yang Tepat
Untuk mendapatkan manfaat optimal, disarankan memilih kacang yang rendah atau tanpa tambahan garam. Konsumsi natrium berlebihan justru dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga kacang yang tinggi garam harus dihindari.
Pistachio menjadi salah satu jenis kacang yang menarik karena beberapa penelitian menunjukkan potensinya dalam menurunkan tekanan darah sistolik secara ringan. Kandungan kalium, lemak tak jenuh, serat, dan antioksidan di dalamnya diduga berperan dalam manfaat tersebut.
Secara keseluruhan, menambahkan sekitar satu genggam atau 30 gram kacang ke dalam pola makan harian bisa menjadi langkah yang baik untuk mendukung kesehatan tekanan darah, dengan catatan memilih kacang yang tidak atau sedikit mengandung garam dan menjalani pola makan sehat secara menyeluruh.