Hackathon WonderClip AI Dorong Kreator Kemas Cerita Indonesia

Share

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin mempermudah proses pembuatan video. Melalui instruksi teks, kreator dapat menghasilkan visual bergerak tanpa membutuhkan keahlian penyuntingan tingkat lanjut.

Perkembangan ini menghadirkan tantangan baru bagi para pembuat konten. Ketika proses produksi gambar menjadi lebih praktis, kemampuan merangkai narasi yang berbobot justru menjadi kunci utama, seperti dilansir dari Detik iNET.

Tantangan tersebut diuji dalam ajang WonderClip AI Hackathon: Wonderful Indonesia. Kompetisi ini mengundang kreator lokal untuk mengeksplorasi narasi tentang Nusantara ke dalam format video berdurasi 60 hingga 180 detik.

Penilaian karya tidak cuma melihat kemahiran teknis mengoperasikan AI. Unsur penceritaan menjadi salah satu kriteria utama, meliputi struktur video, relevansi tren, aspek storytelling, kekuatan pesan penutup, keaslian ide, serta keterkaitan dengan budaya lokal.

Para peserta memiliki kebebasan memilih beragam tema, mulai dari ritual adat, kuliner, seni tari, musik, kerajinan, keindahan alam, hingga dinamika kehidupan masyarakat modern. Teknologi AI ditempatkan sebagai alat bantu produksi, sementara arah sudut pandang cerita tetap berada di tangan kreator.

Ajang ini memanfaatkan platform WonderClip AI buatan Alibaba yang berbekal fitur text-to-video serta image-to-world. Peranti tersebut memungkinkan pengubahan gagasan menjadi visual bergerak meski pengguna tidak berlatar belakang penyunting video.

Setiap peserta terpilih menerima modal 5.000 kredit WonderClip AI untuk menggarap satu karya. Masa pengerjaan berlangsung selama tujuh hari, terhitung sejak 25 hingga 31 Agustus 2026.

"Dengan beragam fitur AI yang ditawarkan serta dukungan kapabilitas komputasi awan, WonderClip AI memberikan kesempatan bagi kreator lokal untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi konten, sekaligus memiliki daya saing untuk menghasilkan karya yang dapat menjangkau audiens global," kata Rinaldo dari Melocin Studio dikutip dari keterangan tertulis.

Penyelenggara menyediakan kuota terbatas untuk 150 peserta individu dari Indonesia. Proses pendaftaran dibuka pada 21-24 Agustus 2026 memakai sistem first-come, first-served, dengan prioritas pertimbangan bagi pembuat konten aktif.

Peserta terdaftar wajib merancang satu karya video berdurasi minimal 60 detik dan maksimal 180 detik. Format video dioptimalkan untuk jejaring sosial dan dipublikasikan secara publik di Instagram paling lambat 31 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB.

Tidak ada batasan penggunaan bahasa dalam video. Kreator bebas memakai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, maupun bahasa daerah, namun penggunaan teks terjemahan sangat dianjurkan demi memperluas jangkauan pemirsa.

Mengenai ketentuan aset, seluruh materi yang dipakai harus bersifat orisinal atau bebas royalti. Penyelenggara melarang keras konten yang memuat unsur SARA maupun muatan politik.

Panitia menyiapkan apresiasi bagi tiga karya terbaik. Pemenang pertama akan memboyong MacBook Neo, posisi kedua menerima Garmin Forerunner 165, dan peraih tempat ketiga mendapatkan JBL Flip 7, disertai peluang penayangan di saluran resmi mitra.

Gelaran WonderClip AI Hackathon diinisiasi oleh Alibaba Cloud bekerja sama dengan Melocin Studio selaku produser drama pendek dan kreator digital, serta didukung Indonet sebagai mitra resmi Alibaba Cloud di Indonesia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author