Swayasa Prakarsa Incar Rp45 Miliar Lewat IPO Saham di BEI
PT Swayasa Prakarsa Tbk memulai tahap penawaran awal penawaran umum perdana saham atau initial public offering di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan riset kesehatan asal Yogyakarta berinisial saham SWAP ini membidik raihan dana segar hingga Rp45,22 miliar. Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 323 juta saham baru atau setara 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Masa penawaran awal atau book building berlangsung pada 24 hingga 27 Agustus 2026 dengan kisaran harga Rp130 sampai Rp140 per saham. Penggalangan dana publik ini dilakukan menyusul penerbitan izin publikasi penawaran awal oleh Otoritas Jasa Keuangan pada Jumat, 21 Agustus 2026. PT Sukadana Prima Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi tersebut.
Langkah penawaran saham ke publik dipicu oleh pemulihan kinerja keuangan perseroan pada semester I 2026. Lonjakan pendapatan sekitar 77 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya berhasil menekan kerugian bersih perseroan hingga 82,9 persen berkat efisiensi operasional.
"IPO bukan sekadar aksi pendanaan," kata Bondan Ardiningtyas, Direktur Utama Swayasa Prakarsa. Aksi korporasi ini dipandang manajemen sebagai bagian dari transformasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Seluruh dana hasil IPO rencananya dialokasikan untuk mempercepat komersialisasi inovasi kesehatan, menambah kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat modal kerja.
Swayasa Prakarsa merupakan unit usaha berbasis model Teaching Factory yang menghilirisasikan lebih dari 25 kekayaan intelektual riset Universitas Gadjah Mada. Portofolio produknya mencakup alat kesehatan RZ-VAC, selang pembuangan cairan otak INA-SHUNT, spons hemostatik CeraSpon, material pengganti tulang Gama-CHA, hingga ventilator Venindo. Dalam mendistribusikan produk, perseroan bekerja sama dengan RSUP Fatmawati dan menjajaki kemitraan dengan Badan Usaha Milik Universitas Hasanuddin. Khusus pemasaran INA-SHUNT, perseroan menggandeng PT Phapros Tbk serta menggelar edukasi bedah saraf di delapan kampus kedokteran nasional.
Berdasarkan jadwal indikatif, target pernyataan efektif dari OJK diharapkan terbit pada 31 Agustus 2026. Masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 8 September 2026, sebelum pencatatan perdana saham SWAP di Bursa Efek Indonesia pada 10 September 2026.