Ratusan Relawan Antar Jenazah Ahmad Zaki Ali ke TPU Sukabumi Selatan

Share

Ratusan relawan SAR dan masyarakat mengiringi prosesi pemakaman Ahmad Zaki Ali di TPU Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (21/8/2026) sore. Pendiri Yayasan Komunitas Gerak Bareng ini gugur saat mengantar bantuan gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

Jenazah relawan yang akrab disapa Bang Jek tersebut diterbangkan dari NTT menuju Bandara Soekarno-Hatta sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Sirine nyaring dari konvoi ambulans dan pelayat mengawal perjalanan almarhum menuju tempat peristirahatan terakhirnya.

Prosesi pemakaman dihadiri oleh gabungan personel SAR dan komunitas sosial yang memberikan penghormatan terakhir atas dedikasi almarhum di medan bencana.

"Dalam prosesi penghormatan terakhir ini, personel rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta hadir bersama ratusan potensi SAR se-Jabodetabek dan komunitas ambulans se-Jabodetabek," demikian pernyataan resmi dari akun Kantor SAR Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Pihak Kantor SAR Jakarta menambahkan bahwa kehadiran ratusan pelayat tersebut menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas pengorbanan almarhum sepanjang hidupnya.

"Mereka hadir bukan hanya untuk mengantar seorang relawan menuju peristirahatan terakhir, tetapi juga untuk memberikan penghormatan kepada seseorang yang telah mendedicates tenaga, waktu, dan hidupnya untuk kemanusiaan," sambung pernyataan Kantor SAR Jakarta.

Sebelum meninggal dunia di usia 38 tahun saat menuju Desa Satar Padut, Ahmad Zaki sempat membagikan kabar situasi penanganan bencana melalui media sosialnya pada Jumat (21/8/2026) pagi.

"Update pagi ini, hari ke-6 saya di lokasi bencana. Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan.

Di fase tanggap darurat kita akan fokus pada kebutuhan dasar. Oleh karenanya kita butuh support orang orang baik," tulis Ahmad Zaki Ali melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan yang sama, almarhum juga menyampaikan pesan mendalam terkait kepasrahan dan pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat terdampak.

"Rencana mengingatkan kita bahwa manusia tidak pernah benar-benar punya kendali. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar, saling menjaga, dan memperbanyak doa. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan saudara-saudara kita yang sedang berada di wilayah terdampak bencana.

Tetap waspada. Jangan panik. Jangan lupa berdoa," tulisnya pada bagian lain unggahan tersebut.

Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, NTT pada Sabtu (15/8/2026) tersebut telah mengakibatkan sedikitnya 83 orang meninggal dunia, dengan wilayah terdampak terparah berada di Manggarai Timur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author