Dokter Gigi Bagikan Trik Atasi Kebiasaan Iyup Bagi Pengguna Behel
Fenomena gerakan menutup mulut yang dikenal sebagai istilah iyup kerap dikeluhkan oleh pengguna kawat gigi. Gerakan ini dilakukan agar bibir tidak tersangkut pada kawat atau bracket behel setelah tersenyum maupun berbicara.
Kondisi yang sempat ramai di media sosial tersebut sebenarnya tergolong wajar. Meski demikian, posisi bibir yang sulit tertutup rapat secara alami sering kali dianggap mengganggu kenyamanan dan estetika wajah penggunanya.
Keluhan tersebut dirasakan oleh seorang pengguna behel asal Jakarta Selatan, Rafi. Pria berusia 24 tahun itu mengaku bahwa kondisi tersebut membuatnya merasa canggung saat berinteraksi dengan orang lain.
"Menurut aku sih agak ganggu gitu ya. Soalnya, kan, kalau tutup mulut gitu agak susah. Jadi, kayak susah jaga image gitu," kata Rafi seperti dilansir dari Detik Health.
Praktisi kesehatan gigi drg Rini Susanti Sp Ort membagikan beberapa metode sederhana untuk meminimalisasi efek iyup tersebut. Pengguna kawat gigi dapat menerapkan latihan mandiri secara konsisten untuk melatih otot sekitar mulut.
Langkah pertama adalah menjaga ekspresi senyum atau tawa agar tidak ditarik terlalu lebar. Tarikan otot pipi yang berlebihan dapat meningkatkan risiko bibir atas tersangkut pada bracket.
"Kalau saya sih, sarannya, untuk yang baru pasang behel ketika senyum atau mau ketawa gitu ya, mungkin agak ditahan sedikit karena kalau senyumnya lebar akan sulit untuk menutup bibir," kata drg Rini Susanti Sp Ort.
Langkah kedua adalah melakukan latihan menggembungkan pipi atau cheek puffing exercise secara rutin. Latihan ini membantu otot-otot wajah beradaptasi lebih cepat dengan keberadaan behel di dalam mulut.
Teknik ini dilakukan dengan menarik napas dalam-dalam, menahan udara di dalam mulut hingga kedua pipi mengembung, lalu menahannya selama 5 hingga 10 detik sebelum dihembuskan perlahan.
Variasi latihan juga bisa dilakukan dengan memindahkan udara bergantian dari pipi kanan ke pipi kiri masing-masing selama 5 detik.
Langkah ketiga difokuskan pada pengembalian fungsi otot pengunyah secara seimbang. Pengguna behel disarankan untuk mengunyah makanan bertekstur padat menggunakan kedua sisi rahang, baik kiri maupun kanan.
"Mengunyahlah menggunakan sisi kiri dan kanan rahang, tidak hanya dari satu sisi saja. Nah, itu harus dilatih karena banyak pasien yang mengunyah dengan satu sisi saja," ujar drg Rini Susanti Sp Ort.