Take-Two Tuntut Microsoft dan Discord Usut Pembocor GTA VI
Perusahaan induk Rockstar Games, Take-Two, mengambil langkah hukum dengan mengajukan petisi terhadap Microsoft dan Discord untuk melacak keberadaan identitas pembocor cuplikan Grand Theft Auto VI (GTA VI) yang dikenal dengan nama 'Cyberleek'.
Langkah hukum tersebut ditempuh melalui pengajuan dua petisi surat panggilan pengadilan di Distrik Selatan New York, sebagaimana dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan Kotaku.
Take-Two meminta Microsoft menyerahkan catatan bisnis serta hasil investigasi internal terkait repositori GitHub. Tempat tersebut diduga menyimpan material berhak cipta milik perusahaan, seperti konten audiovisual, karya seni, gambar, dialog, dan elemen kreatif GTA VI.
Selain Microsoft, penerbit game tersebut juga menuntut Discord untuk memberikan data identitas lengkap penggunanya. Informasi yang diminta mencakup nama lengkap, nomor telepon, akun tertaut, hingga riwayat konten yang dibagikan terkait GTA, Rockstar, atau Cyberleek.
Target permintaan data pada platform Discord tersebut mencakup akun CYBERLEEK, CINEMATICROCKSTAR, Surfer24k, server bernama !Odyssey, serta server milik kreator konten DarkViperAU.
Tindakan tegas ini diambil setelah video bocoran GTA VI beredar luas di media sosial awal pekan ini. Video terbaru tersebut bahkan mengindikasikan bahwa Cyberleek memegang versi game yang sudah dapat dimainkan.
Sebelum insiden kebocoran terbaru terjadi, Take-Two dan Rockstar sebenarnya telah merencanakan penayangan trailer GTA VI berdurasi lebih panjang melalui kerja sama streaming eksklusif dengan Netflix pada 27 Agustus.
Kasus peretasan ini bukan pertama kalinya menimpa proyek GTA VI. Pada 2022 lalu, materi awal game tersebut juga pernah bocor ke publik setelah diretas oleh anggota kelompok hacker Lapsus$ menggunakan perangkat Amazon Fire TV Stick.