Tottenham Kalah 0 3 dari Brentford pada Laga Pembuka
Manajer Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi mengkritik performa timnya setelah ditumbangkan Brentford dengan skor 0-3 pada laga pembuka Premier League di Stadion Gtech Community pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Gol kemenangan Brentford dicetak oleh Keane Lewis-Potter pada menit ke-12, Vitaly Janelt sebelum babak pertama usai, dan Michael Kayode pada menit ke-49. Igor Thiago sempat mengeksekusi penalti untuk Brentford tetapi bola membentur tiang.
Tottenham menurunkan lima pemain debutan sejak awal maupun sebagai pengganti, yaitu Andrew Robertson, Marcos Senesi, Jan Paul van Hecke, Sandro Tonali, dan Mateus Fernandes. Namun, penampilan lini tengah Spurs kalah dominan dibanding gelandang anyar Brentford, Mamadou Sangare.
De Zerbi menilai skuadnya tampil buruk dan kalah dalam duel fisik di sepanjang pertandingan.
"Permainan yang buruk. Kami kalah dan menderita perbedaan dalam duel. Itu adalah kunci dari pertandingan ini.
Kami tidak bertarung dengan cara yang benar. Mungkin pujian untuk mereka karena itu adalah kualitas terbaik Brentford," kata De Zerbi kepada BBC Sport Match of the Day.
Pelatih asal Italia tersebut menambahkan bahwa kondisi fisik skuadnya belum optimal karena sebagian pemain terlambat bergabung usai Piala Dunia serta banyaknya wajah baru di dalam tim.
"Kondisi fisik kami tidak berada di tingkat yang tepat untuk semua pemain karena banyak yang datang terlambat setelah Piala Dunia dan ada banyak pemain baru di skuad serta Starting XI. Tapi kami harus menganalisis pertandingan ini dengan lebih baik karena kami tidak bisa bermain seperti ini dalam pertandingan tipe seperti ini," ujar De Zerbi.
Kekalahan ini berlanjut setelah Tottenham mengganti dua pemainnya, Conor Gallagher dan Lucas Bergvall, pada jeda antarbabak. De Zerbi juga menegaskan komitmennya untuk memperbaiki organisasi dan keutuhan tim secara keseluruhan.
"Kami belum menjadi sebuah tim karena banyak alasan," ujar De Zerbi dilansir dari The Guardian.
Ia menekankan bahwa proses pembentukan mental dan kekompakan tim membutuhkan waktu serta kerja keras di lapangan, bukan sekadar mengandalkan pembelian pemain di bursa transfer.
"Sebelum Anda menjadi sebuah tim, Anda tidak bisa mengatakan apa yang bisa Anda lakukan. Kami tidak dalam kondisi fisik yang tepat karena banyak alasan. Beberapa pemain kembali terlambat dari Piala Dunia.
Di Australia kami tidak bekerja dengan cara yang benar tetapi itu bukan alasan. Ini adalah situasi normal saat membangun proyek baru," tutur De Zerbi.
De Zerbi menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki kepercayaan penuh terhadap jajaran pemain dan manajemen klub.
"Saya tidak minta waktu tetapi kami harus melewati masalah-masalah ini. Saya tidak boleh kehilangan kepercayaan pada pemain saya. Saya percaya pada pemain saya, klub saya, diri saya sendiri.
Kami bekerja dengan baik. Kami harus berkembang dengan cepat. Kami bisa bertarung lebih kuat dari yang kami lakukan hari ini.
Kami kalah terlalu banyak duel hari ini. Kami datang kedua di bola kedua. Kami tidak memenangkan satu bola kedua, satu duel, satu tekel," ucap De Zerbi.
Di sisi lain, Manajer Brentford Keith Andrews memuji penampilan Mamadou Sangare yang dibeli seharga 39 juta poundsterling dari Lens.
"Klub pantas mendapatkan banyak pujian karena menyelesaikan kesepakatan itu," kata Andrews.
Andrews menyebut Sangare langsung menyatu dengan baik dan memberikan kontribusi besar pada lini tengah timnya.
"Anda telah melihat hari ini apa yang mampu dia lakukan, atribut yang dia miliki. Ini menambah kekuatan pada lini tengah yang bertalenta. Saya sangat menikmati penampilannya hari ini.
Dia menyatu dengan sangat baik. Dia adalah pemuda rendah hati yang sangat, sangat lapar," ujar Andrews.