Malaysia Gunakan Jalur Diplomatik ASEAN Atasi Kabut Asap Kalimantan

Share

Malaysia memilih jalur diplomatik ASEAN untuk menangani kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan yang berdampak ke wilayah Sarawak, Malaysia.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Mohamad Hasan, menyatakan bahwa Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia akan mengirim surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dan mitranya di Indonesia sebagai upaya penyelesaian masalah ini.

Data Malaysian Air Pollutant Index Management System (APIMS) pada 22 Agustus 2026 menunjukkan indeks polusi udara (API) di Serian, Sarawak, mencapai 217 yang masuk kategori sangat tidak sehat. Sembilan wilayah lain di Sarawak juga mencatat API dalam kategori tidak sehat, seperti Sri Aman (186), Sarikei (173), Kuching (171), dan Samarahan (170).

Komisaris Tinggi Malaysia untuk Brunei, Datuk Mohd Aini Atan, menyampaikan bahwa kabut asap ini menjadi topik pembahasan antara Perdana Menteri Malaysia dan Sultan Brunei dalam Konsultasi Tahunan Pemimpin Malaysia-Brunei ke-27.

Di Inggris, regulator air Ofwat mengimbau umat Muslim dan warga keturunan Asia untuk menghemat air terutama saat wudhu dan mencuci beras sebagai bagian dari program efisiensi air. Uji coba di Cambridge menunjukkan penggunaan satu liter air saat wudhu dapat menghemat hingga 55 liter air per orang setiap hari.

Pengamanan Maybank Marathon 2026 di Bali melibatkan 686 personel polisi dari Polres Gianyar dan Polda Bali untuk menjaga kelancaran rute dan keselamatan peserta yang mencapai 14.100 orang. Penugasan ini menekankan pendekatan humanis dan koordinasi antar instansi.

Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Teuku Riefky Harsya, membuka Musyawarah Besar Taman Iskandar Muda ke-21 di Jakarta. Ia menegaskan pentingnya regenerasi dan kolaborasi untuk mengembangkan potensi ekonomi dan budaya talenta muda Aceh di perantauan serta memilih ketua umum periode 2026-2030.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author