Eduardo Perez Optimis Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2030
Mantan pelatih kiper Timnas Indonesia, Eduardo Perez, menyatakan optimismenya bahwa Skuad Garuda memiliki peluang besar untuk menembus putaran final Piala Dunia 2030 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Eduardo di Bogor pada Kamis (20/8/2026) setelah mencermati lompatan kualitas sepak bola nasional yang sangat signifikan dalam delapan tahun terakhir. Eduardo membandingkan situasi Timnas Indonesia saat ini di bawah asuhan John Herdman dengan eranya saat mendampingi pelatih kepala Luis Milla pada periode Januari 2017 hingga Juni 2018.
Menurutnya, perkembangan sepak bola di tanah air tumbuh sangat cepat usai melewati masa-masa sulit pasca-sanksi pembekuan dari FIFA pada 2015. Pada masa kepemimpinan Luis Milla, fokus utama tim pelatih tertuju pada pembentukan skuad U-23 guna menghadapi agenda turnamen padat seperti SEA Games dan Asian Games 2018.
"Saya akan bertanya kepadanya besok," kata Eduardo Perez saat ditanya mengenai peluang Luis Milla kembali melatih di Indonesia.
Eduardo menambahkan bahwa Luis Milla saat ini berada di Spanyol dalam kondisi baik dan masih memendam rasa rindu terhadap atmosfer sepak bola tanah air. "Luis Milla adalah seorang profesional yang luar biasa. Dia orang yang memberi saya kesempatan untuk datang ke sini, mengenal negara ini, dan bekerja di sini," ujar Eduardo Perez.
Mantan arsitek PSS Sleman dan Persebaya Surabaya tersebut juga mengaku masih menjaga komunikasi secara rutin dengan Luis Milla hingga saat ini. "Dia sangat bahagia di Spanyol, tetapi juga sangat merindukan Indonesia karena dia mencintai Indonesia," ungkap Eduardo Perez.
Terkait kepastian apakah Luis Milla akan kembali menangani klub Super League, Eduardo menyerahkan seluruh keputusan tersebut kepada sang pelatih. "Jadi, saya tidak tahu apakah dia akan kembali bekerja di sini atau tidak. Menurut saya, itu pertanyaan untuknya, bukan untuk saya," tutur Eduardo Perez. Meski begitu, ia menegaskan reputasi Milla sebagai juru taktik berpengalaman yang pernah menangani Persib Bandung pada 2022 hingga 2023.
"Namun, yang bisa saya katakan adalah ini hal yang luar biasa, karena dia adalah sosok kelas atas," pungkas Eduardo Perez.
Mengenai kondisi teknis Timnas Indonesia saat ini, Eduardo mengenang tantangan awal pembentukan tim saat baru lepas dari hukuman pembekuan organisasi sepak bola dunia. "Berbeda, sangat berbeda. Itu sudah lama sekali.
Saya pikir sekitar delapan tahun lalu. Pada saat itu, seperti yang kita ingat, Indonesia baru saja keluar dari hukuman FIFA," ujar Eduardo Perez. Ia mengaku bangga karena banyak alumnus timnas kelompok umur era 2017-2018 yang kini menjadi pilar utama di kompetisi kasta teratas Super League.
"Saat itu, tim senior tidak bisa bertanding. Kami memulai dari tim U-23. Saya sangat senang ketika melihat banyak pemain dari generasi tersebut sekarang bermain di level teratas di Super League," jelas Eduardo Perez.
Melihat kesuksesan Timnas Indonesia yang hampir melenggang ke putaran final 2026, Eduardo berharap dukungan penuh terus diberikan agar target Piala Dunia 2030 di Spanyol, Portugal, dan Maroko dapat terwujud. "Tetapi, memang berbeda, sangat berbeda. Pada saat itu kondisinya seperti itu," tutur Eduardo Perez.
Ia mengimbau seluruh pihak untuk terus bekerja sama demi menjaga tren positif kemajuan sepak bola nasional. "Dalam delapan tahun, saya pikir perkembangan sepak bola di Indonesia sangat besar dan tentu saja kita perlu terus mendorong bersama-sama agar sepak bola Indonesia terus berkembang dan, mudah-mudahan, kita akan tampil di Piala Dunia berikutnya," ucap Eduardo Perez.
"Situasinya berbeda, sungguh berbeda," kata Eduardo Perez. Ia mengingatkan kembali rentang waktu yang telah berlalu sejak pertama kali bertugas di Indonesia. "Sudah lama sekali, itu terjadi delapan tahun yang lalu," kata Eduardo Perez.
PSSI sendiri mendatangkan Luis Milla dan Eduardo Perez pada 20 Januari 2017, tepat delapan bulan setelah FIFA mencabut sanksinya pada 13 Mei 2016.
"Saat itu, ingat Indonesia baru saja lepas dari sanksi FIFA," kata Eduardo Perez. Kondisi pembekuan tersebut sempat menghentikan seluruh aktivitas laga internasional skuad Garuda senior di kancah global. "Saat itu, Tim senior tidak bisa berkompetisi dan kami memulainya dengan timnas U-23 Indonesia," kata Eduardo Perez.
Kini, Eduardo mengapresiasi perjalanan karier para pemain binaannya yang mampu bersaing konsisten di level tertinggi.
"Saya sangat senang melihat banyak pemain dari generasi itu kini bermain di level tertinggi, di Liga 1," kata Eduardo Perez. Perubahan struktur dan manajemen timnas saat ini dinilainya sudah berada di jalur yang benar untuk menembus persaingan dunia.
"Berbeda dengan kondisi saat itu," kata Eduardo Perez. Ia memuji kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang berhasil meningkatkan daya saing Timnas Indonesia secara berkelanjutan.
"Dalam delapan tahun ini, menurut saya perkembangan sepak bola Indonesia sangat pesat," kata Eduardo Perez. Eduardo mengakhiri keterangannya dengan mengajak seluruh fans dan pengurus untuk menjaga konsistensi pembinaan pemain. "Tentu saja kami perlu terus berupaya bersama untuk terus berkembang," kata Eduardo Perez.
Ia menyampaikan doa dan harapan besarnya bagi masa depan Skuad Garuda di turnamen terbarunya.
"Insya Allah, Indonesia akan melaju ke Piala Dunia 2030," tutup Eduardo Perez.