Pengungsi Gempa NTT Melonjak Jadi 110.785 Orang

Share

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah pengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur melesat menjadi 110.785 jiwa hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Lonjakan pengungsi serta bertambahnya korban meninggal hingga mencapai 83 orang ini dipicu guncangan gempa susulan yang masih terus terjadi di wilayah tersebut.

Jumlah warga terdampak yang terpaksa mengungsi mengalami kenaikan signifikan sebanyak 18.050 orang dibandingkan data hari sebelumnya yang berada di angka 92.735 jiwa. Selain peningkatan jumlah pengungsi, angka korban luka-luka turut mengalami kenaikan dari 907 orang menjadi 986 orang.

"Warga yang mengungsi hari ini bertambah lagi dari sebelumnya 92.735 jiwa, kini tercatat sebanyak 110.785 jiwa atau meningkat 18.050 jiwa," kata Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Guncangan gempa juga mengakibatkan kerusakan fatal pada puluhan ribu tempat tinggal warga di berbagai wilayah terdampak. BNPB mencatat total 44.946 unit rumah rusak, terdiri atas 17.176 rusak berat, 9.758 rusak sedang, dan 18.013 rusak ringan, dengan kerusakan berat tertinggi berada di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 5.962 unit, disusul Kabupaten Manggarai 3.146 unit, dan Manggarai Barat 3.050 unit.

"Posko di setiap Kabupaten akan terus memutahirkan data kerusakan dengan kategori tingkat kerusakannya," kata Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Terkait pemutakhiran data korban jiwa, BNPB mengonfirmasi adanya tambahan delapan kasus meninggal dunia yang tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak dua orang, Manggarai Timur dua orang, Nagekeo tiga orang, dan Ngada satu orang.

"Pada hari ini pada pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa semula kemarin kami sampaijkan 75 jiwa, bertambah 8 jiwa," kata Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Tambahan seluruh korban tewas tersebut dilaporkan terjadi akibat dampak tidak langsung dari guncangan gempa bumi di daerah masing-masing.

"Dengan rincian bahwa yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa di Kabupaten Manggarai ada 2, Kabupaten Manggarai Timur ada 2, Kabupaten Nagekeo ada 3, dan Kabupaten Ngada ada 1," kata Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

"Yang mengungsi bertambah lagi, semula kami sampaikan 92.735 jiwa per kemarin, hari ini jadi 110.785 jiwa atau bertambah 18.050 jiwa," ujar Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Gempa susulan yang terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 09.47 WIB sebelumnya sempat merusak fasilitas umum berupa ruas jalan Wae Gongger dan Jembatan Wae Dampak di Manggarai Timur. Kendati demikian, Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat memperbaiki jaringan transportasi sehingga sembilan ruas jalan nasional, termasuk jalur penghubung Ende dan Nagekeo, kini sudah kembali fungsional.

"Sebanyak sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali fungsional," tutur Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Guna memenuhi kebutuhan para pengungsi, akumulasi bantuan logistik yang dikirimkan sejak 15 hingga 21 Agustus 2026 telah menembus angka 776 ton. Pengiriman terbaru dilakukan dari Pos Pendamping Logistik Nasional Halim Perdanakusuma melalui Bandara Maumere sebanyak 20 ton dan Bandara Labuan Bajo sebanyak 45 ton.

"Hari ini berjumlah 65 ton, menuju Maumere 20 ton dan menuju Labuan Bajo 45 ton. Total bantuan logistik sejak tanggal 15 sampai 21 Agustus 2026 berjumlah 776 ton," kata Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

BNPB memastikan seluruh pasokan logistik tersebut disalurkan secara berkala menuju titik pengungsian melalui jalur udara, darat, hingga laut.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bnpb Gempa NTT pengungsi
Editors Team
gilang-permana-putra
Author