Inter difavoritkan juara Serie A 2026 2027 setelah rekor kuat

Share

Inter Milan datang sebagai juara bertahan dan difavoritkan mempertahankan gelar Scudetto Serie A 2026/2027, meski persaingan dinilai tetap terbuka jelang musim baru. Di pekan pertama, Nerazzurri memulai laga di San Siro melawan Monza pada pukul 18.30.

Media Italia dan mayoritas pengamat menilai skuad Inter sebagai yang terkuat untuk kembali mengangkat trofi Liga Italia, namun ada pengingat bahwa tidak ada klub Serie A mampu mempertahankan gelar secara beruntun dalam tujuh musim terakhir, sehingga perebutan titel berpotensi ketat.

Weston McKennie melihat peluang bagi tim lain di Italia, termasuk kemungkinan Monza dan rival berikutnya untuk menggoyahkan status Inter sebagai juara bertahan.

"Tim mana pun di Italia bisa memenangkannya. Inter jelas punya tim kuat dan memenanginya tahun lalu," kata McKennie dilansir dari Football Italia.

Untuk laga pembuka, Inter asuhan Christian Chivu langsung turun sebagai juara bertahan di San Siro melawan Monza asuhan Ivan Juric. Goal.com juga mengaitkan favorit status Inter dengan aktivitas bursa transfer yang menghadirkan Stones, Spence, dan Jones.

Opta mencatat Inter memiliki catatan kuat tanpa kalah dalam lima dari enam pertemuan sebelumnya melawan Monza, dengan rincian tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Statistik juga menyebut Monza hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertemuan sebelumnya di Stadion San Siro melawan Inter atau Milan, dan kemenangan itu terjadi pada kunjungan pertamanya ke stadion tersebut melawan Inter dengan skor 1-0 pada 15 April 2023 melalui gol Luca Caldirola di menit ke-78.

Di kubu Inter, tim disebut hanya kalah dalam satu dari 18 laga pembuka mereka di Serie A sebagai juara sejak musim 1929/30, dengan catatan 10 kemenangan dan tujuh hasil imbang. Kekalahan tunggal tercatat ketika melawan Venezia dengan skor 0-1 pada 6 Oktober 1940.

Lautaro Martinez disebut mengejar rekor di laga ini, dengan catatan 132 gol sepanjang kariernya di Inter. Di pertemuan melawan Monza, Lautaro mencetak 5 gol dalam 6 laga liga dan juga mencetak 6 gol dalam 6 laga melawan tim-tim promosi di Serie A pada musim lalu.

Di sisi Monza, Patrick Cutrone berkontribusi atas sembilan gol pada musim lalu di kasta kedua, dengan rincian 6 gol dan 3 assist, serta menjadi pemain dengan jumlah penampilan paling sedikit yaitu 20 laga di antara semua pemain yang berkontribusi atas jumlah gol yang sama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author