Kanada Tangguhkan Negosiasi dan Balas Tarif AS Senilai Sama

Share

Kanada menangguhkan negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat setelah perundingan gagal mencapai kesepakatan, Sabtu (22/8/2026), dan siap membalas tarif baru AS dengan nilai yang setara. Tarif baru AS mulai berlaku pada tengah malam Sabtu terhadap produk Kanada senilai sekitar 20 miliar dolar AS, termasuk anggur, produk susu, semen, pakaian, dan peralatan hoki. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan perubahan menit-menit terakhir dari ketentuan yang diusulkan AS tidak adil dan tidak masuk akal secara ekonomi.

"Perubahan menit-menit terakhir pada ketentuan yang diusulkan AS tidak adil, tidak masuk akal secara ekonomi, dan menimbulkan keraguan terhadap keandalan kesepakatan apa pun," ujar Carney, dilansir BBC dan ANTARA.

Carney menegaskan bahwa Kanada akan membalas tarif AS dengan nilai yang setara demi melindungi pekerja dan dunia usaha Kanada. "Kanada akan menyamai tarif tersebut dolar demi dolar untuk melindungi pekerja dan dunia usaha kami," ujar Carney.

Negosiasi berlangsung selama tiga hari di Washington DC antara Menteri Perdagangan Kanada Dominic LeBlanc dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. Greer menyatakan bahwa AS telah menawarkan pengurangan tarif yang cukup besar, termasuk penurunan tarif baja dan aluminium Kanada dari 50 persen menjadi 25 persen, serta pengurangan tarif kendaraan dari 25 persen menjadi 15 persen.

Namun, Greer menyebut bahwa tuntutan baru dan penarikan komitmen oleh Kanada merusak keseimbangan yang telah dicapai. "Malam ini, Kanada menolak untuk merampungkan kesepakatan dagang berdasarkan ketentuan yang telah disepakati awal pekan ini," ujar Greer. Perundingan ini menjadi babak baru dalam perang dagang antara dua mitra ekonomi utama yang memiliki hubungan dagang sangat erat.

Kegagalan kesepakatan ini berpotensi memperluas konflik tarif yang dapat memengaruhi rantai pasok lintas perbatasan di sektor otomotif, energi, pertanian, dan manufaktur.

Presiden AS Donald Trump sempat menunda penerapan tarif 50 persen tersebut pada awal pekan, dengan alasan kedua negara hampir mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Namun, negosiasi akhirnya gagal dan tarif baru mulai diterapkan sejak Sabtu dini hari. Kanada menilai kebijakan AS tidak adil dan tidak dapat diterima, serta mempertanyakan keandalan kesepakatan dagang jika AS dapat mengubah kebijakan tarif secara mendadak.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author