Iran Ingin Akhiri Perang dengan AS Saat Berada di Posisi Kuat

Share

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran masih berlangsung, namun Iran menyatakan keinginan untuk mengakhiri konflik tersebut saat berada di posisi yang kuat, dilansir dari Detikcom.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengingatkan sekutu AS dan China untuk mendukung isolasi ekonomi terhadap Iran, dengan ancaman konsekuensi berat bagi yang tidak mendukung. Bessent menyebut ini sebagai isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa negara yang memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat berat. Bessent menegaskan dukungan China akan sangat menguntungkan karena China mendapatkan 50 persen pasokan energi dari kawasan Teluk.

"Ini saatnya bagi sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan. Kita akan melumpuhkan perekonomian rezim pembunuh ini," ujar Bessent, menegaskan tujuan membatasi kemampuan Iran memproyeksikan kekuatan melalui proksi mereka.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan sudah saatnya mengakhiri perang Timur Tengah dengan AS karena Iran kini berada dalam posisi lebih kuat dibanding Washington.

"Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang karena kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat," kata Pezeshkian saat bertemu dokter di Iran.

Dia menambahkan, "Seluruh dunia mengakui kemenangan kita dan menekankan bahwa Amerika telah menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur kita dengan melanggar semua peraturan dan dibenci di seluruh dunia."

Komentar ini muncul setelah Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melakukan "terorisme ekonomi" dan "kejahatan terhadap kemanusiaan" setelah AS mengumumkan peningkatan sanksi terhadap Teheran.

"Para pelaku dan penghasut sanksi ini pantas diadili dan dihukum karena melakukan kejahatan keji tersebut," kata kementerian itu dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Amerika Serikat Iran perang
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author