Kebakaran Lahan Taman Nasional Way Kambas Meluas Hingga 673 Hektare
Kebakaran hutan dan lahan melalap kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, sejak Jumat (21/8/2026) dan belum berhasil dipadamkan. Kobaran api yang meluas hingga diperkirakan mencapai 673,4 hektare tersebut dilansir dari Detik Travel terus merembet dari Jati 3 Resort Kuala Penet menuju Rawa Mbah Sapon.
Proses pemadam kebakaran di lapangan mengalami kendala akibat tiupan angin kencang serta lokasi yang sukar diakses oleh kendaraan pemadam. Sebanyak 29 personel gabungan dari Polhut, Masyarakat Mitra Polhut, Polsek Braja Selebah, dan Koramil Way Jepara dikerahkan dengan peralatan manual.
Kapolres Lampung Timur AKBP Yuliansyah menjelaskan kondisi terkini penanganan karhutla di kawasan konservasi tersebut.
"Api masih berlangsung dan belum bisa dipadamkan," katanya, Sabtu (22/8/2026).
Kesulitan pemadaman dipicu oleh besarnya kobaran api serta ketiadaan akses armada menuju titik kebakaran.
"Peralatan yang digunakan masih manual, berupa tangki semprot alpa dan gepyok kayu," ujarnya.
Petugas di lapangan terus bersiaga untuk mengantisipasi pergerakan api agar tidak makin meluas ke area lain.
"Upaya yang dilakukan saat ini mempersiapkan alkon untuk penanganan lebih lanjut," katanya.
Pihak kepolisian menyatakan koordinasi intensif terus dilakukan sembari memperbarui data penanganan di lokasi.
Yuliansyah menegaskan laporan tersebut merupakan laporan awal. Data dan perkembangan terbaru terkait penanganan karhutla di kawasan TNWK akan dilaporkan kembali.
Secara terpisah, pihak pengelola taman nasional membeberkan rumitnya medan yang harus dihadapi oleh tim gabungan dalam menaklukkan si jago merah.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi menyampaikan bahwa kondisi medan dan karakteristik lahan gambut membutuhkan penanganan yang lebih intensif dan kehati-hatian. Selain pemadaman api, tim juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi titik api dan penyebaran kebakaran di sekitar lokasi.
"TNWK bersama para pihak terus berupaya maksimal melakukan pemadaman. Kondisi lapangan yang sulit, sumber air yang jauh, serta karakteristik lahan yang bergambut menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun demikian, kami bersama seluruh pihak terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian agar kebakaran tidak meluas," ujarnya dalam keterangan resmi.
Peristiwa karhutla ini menambah daftar sejarah kebakaran di Taman Nasional Way Kambas setelah sebelumnya pada Januari 2026 area seluas lebih dari 2.600 hektare juga hangus terbakar.