IHSG menguat hampir 2 persen dipicu top gainers periode 18-21 Agustus 2026

Share

IHSG ditutup menguat 1,93 persen pada periode perdagangan 18-21 Agustus 2026, mengerek indeks ke 6.525,690 dari 6.401,888 pada pekan sebelumnya. Perkembangan ini disertai kenaikan kapitalisasi pasar dan transaksi harian BEI selama pekan Kemerdekaan.

Bursa Efek Indonesia mencatat kapitalisasi pasar naik 1,83 persen menjadi Rp 11.449 triliun dari Rp 11.243 triliun. BEI juga menyebut rata-rata volume transaksi harian meningkat 47,9 persen menjadi 50,30 miliar lembar saham, sementara rata-rata frekuensi transaksi naik 5,52 persen menjadi 2,21 juta kali.

Rata-rata nilai transaksi harian juga bertambah 2,36 persen menjadi Rp 15,57 triliun dari Rp 15,21 triliun pada pekan sebelumnya, menurut keterangan resmi BEI. Pada akhir pekan, investor asing mencatat nilai beli bersih Rp 974,58 miliar dan sepanjang 2026 mencatat nilai jual bersih Rp 70,64 triliun.

Menurut IDXChannel, empat emiten mencatat kenaikan di atas 50 persen pada pekan tersebut. PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) melesat 76,70 persen ke Rp 364, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 75,48 persen ke Rp 4.580, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menguat 62,60 persen ke Rp 200, dan PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) menanjak 52,74 persen ke Rp 3.070.

IDXChannel juga memasukkan saham lain ke jajaran top gainers: PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) melonjak 44,35 persen ke Rp 179, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melambung 41,03 persen ke Rp 330, dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) tumbuh 32,54 persen ke Rp 167.

Daftar top gainers pekan ini berlanjut dengan PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) naik 29,19 persen ke Rp 540, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) meningkat 29,03 persen ke Rp 640, serta PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) menguat 27,78 persen ke Rp 230, menurut data statistik BEI.

Menurut investor.id, saham BYAN menjadi penggerak IHSG terbesar pada periode 18-21 Agustus 2026 dengan kontribusi 19,5 poin. BYAN mencatat kenaikan harga 8,3 persen dan market capitalization free float (MCFF) Rp 110,6 triliun.

investor.id menyebut BBRI menyumbang 16 poin dengan kenaikan harga 3,5 persen dan MCFF Rp 205,1 triliun, sementara BRMS berkontribusi 11,1 poin dengan kenaikan 12,1 persen dan MCFF Rp 44,9 triliun. Penggerak berikutnya adalah AMMN dengan kontribusi 8,8 poin (kenaikan 4,9 persen, MCFF Rp 82,1 triliun), BBCA dengan 8,8 poin (kenaikan 1,57 persen, MCFF Rp 247,6 triliun), dan BUMI dengan 5,5 poin (kenaikan 8,2 persen, MCFF Rp 31,3 triliun).

investor.id juga mencatat BMRI berkontribusi 4 poin (kenaikan 1,2 persen, MCFF Rp 149,8 triliun), DSSA 3,8 poin (kenaikan 4,48 persen, MCFF Rp 39,1 triliun), BBNI 3,3 poin (kenaikan 2,75 persen, MCFF Rp 53,5 triliun), serta EMAS 3,2 poin (kenaikan 4,6 persen, MCFF Rp 31,9 triliun).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author