Wamendagri Dorong Mahasiswa Untad Sulteng Pimpin Penanganan TB

Share

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menyampaikan empat pesan strategis kepada mahasiswa Universitas Tadulako guna mempercepat penanggulangan tuberkulosis di Sulawesi Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pesan tersebut mencakup peran mahasiswa sebagai agen skrining awal keluarga, pendamping pasien obat, penggerak kampanye digital dan riset, serta pelaksana program Kuliah Kerja Nyata di desa-desa. Di samping itu, Wiyagus mengapresiasi program Berani Magaya buatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako yang dinilai sebagai bentuk kepedulian konkret generasi muda dalam menangani ancaman kesehatan masyarakat.

"Program Berani Magaya adalah bukti bahwa generasi muda Sulawesi Tengah tak hanya menjadi penonton, kemudian tidak hanya berdiam diri tetapi turun langsung ke lapangan menjaga kesehatan keluarganya dan menyayangi masyarakatnya dari ancaman TB," puji Wiyagus.

Meskipun peran mahasiswa sangat penting, Wiyagus mengingatkan bahwa pemerintah daerah tetap memegang kewajiban utama dalam memberikan pelayanan dasar kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal. Ia menambahkan bahwa gangguan rantai pasok obat akibat ketidakpastian geopolitik global membuat penanganan kasus ini memerlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, hingga perguruan tinggi.

"Kita tidak butuh 'superman', yang kita butuhkan adalah super team sehingga apa pun masalahnya bisa diselesaikan dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur," tegas Wiyagus. Pemerintah berharap model inovasi penanganan penyakit berbasis kampus yang digagas oleh pihak universitas dapat direplikasi oleh kampus lain demi mempercepat target eliminasi nasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author