Max Verstappen Perpanjang Kontrak Bersama Red Bull Hingga 2030
Pembalap asal Belanda, Max Verstappen, resmi mengamankan masa depannya di Formula 1 setelah memperpanjang kontrak jangka panjang bersama tim Red Bull Racing hingga akhir musim 2030.Kepastian ini sekaligus menutup spekulasi kepindahannya serta menstabilkan peta persaingan pasar pembalap untuk musim 2027.
Sebelum menyepakati kesepakatan baru tersebut, pembalap berusia 28 tahun itu mengutarakan bahwa dirinya sempat mempertimbangkan opsi untuk mundur sepenuhnya dari ajang F1.Rasa frustrasi terhadap regulasi mesin hybrid baru yang mulai diterapkan pada musim 2026 menjadi alasan utama di balik keraguan tersebut.
"Saya lebih dekat untuk pensiun daripada berganti tim," ujar Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Verstappen menyoroti perubahan karakter mobil yang mengharuskan pembalap terus mengelola cadangan energi listrik sepanjang balapan.Pengalaman mengendarai Mercedes-AMG GT dalam ajang 24 Hours of Nurburgring pada Mei 2026 kian mempertegas preferensinya terhadap karakter balap konvensional.
"Apakah ini layak? Atau apakah saya lebih menikmati berada di rumah bersama keluarga? Lebih sering bertemu teman-teman ketika Anda tidak menikmati olahraga yang Anda jalani?" kata Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Sikap sang juara dunia empat kali mulai melunak setelah melakukan serangkaian diskusi intensif bersama pihak Formula 1 serta FIA.Langkah FIA yang membuka peluang penggunaan mesin V8 naturally aspirated untuk regulasi musim 2031 turut menjadi pertimbangan penting baginya.
"Setelah beberapa balapan pertama, saya berkata kepada Laurent Mekies, kepala tim Red Bull, 'Jangan datang kepada saya dengan pertanyaan apa pun tentang masa depan.' Karena saya bahkan tidak tahu apakah saya ingin bertahan," tutur Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Faktor lain yang memantapkan keputusannya adalah kebebasan yang diberikan Red Bull untuk mengikuti kegiatan balap di luar ajang F1.Kontrak baru ini juga memuat klausul kenaikan gaji serta opsi performa yang memberi kendali atas masa depannya.
"Saya mencintai balapan. Saya melakukan banyak diskusi yang sangat baik dengan F1, tetapi juga dengan FIA. Saya pikir kami perlahan-lahan menuju sesuatu yang menjadi lebih baik dan lebih baik," ucap Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Meski sempat dikaitkan dengan Mercedes dan McLaren, keputusan bertahan di Red Bull menegaskan komitmen lamanya untuk menyelesaikan karier profesional bersama tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut.
"Saya juga beradaptasi dari sisi saya. Saya menerima situasi yang kita semua hadapi dan hanya berusaha memaksimalkannya. Dengan tahun yang saya tandatangani ini, pintu juga kembali terbuka, mungkin ketika V8 berpotensi hadir, untuk melihatnya lagi," lanjut Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia juga menambahkan pandangannya terkait keutuhan unit daya mobil balapnya saat ini.
"Secara pribadi, saya tidak senang dengan hal itu. Bisa dibilang, itu tidak fantastis. Namun, saya tetap mencintai balapan. Maksud saya, ini tetap mobil Formula 1," tegas Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Kebebasan beraktivitas di luar F1 diakui menjadi salah satu poin krusial dalam kesepakatan anyar tersebut.
"Saya pikir pertama-tama Anda harus merasa nyaman dengan tempat Anda berada. Red Bull juga mengizinkan saya melakukan beberapa hal di luar Formula 1. Jadi, itu merupakan nilai tambah yang besar. Anda tahu, semuanya, keseluruhan paket, yang sangat saya syukuri," beber Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Ia pun menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya bersama Red Bull.
"Saya selalu mengatakan, dan saya mengatakan ini ketika Dietrich Mateschitz, mendiang pemilik bersama Red Bull masih hidup, tujuan dan target saya adalah mengakhiri karier di tim ini. Kami semakin dekat dengan itu. Tentu saja, masih ada banyak tahun ke depan, tetapi itu tetap menjadi target saya," tandas Max Verstappen, Pembalap Red Bull Racing.
Keputusan Verstappen mendapat tanggapan dingin dari rival utamanya, Lewis Hamilton.Pembalap Ferrari tersebut menilai komitmen panjang Verstappen merupakan langkah wajar mengingat performa konsisten Red Bull selama ini.
"Saya belum benar-benar memikirkannya, jadi, tidak. Tidak juga," ujar Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Ketika ditanya dampak kesepakatan tersebut bagi iklim kompetisi F1, Hamilton memberikan respons singkat.
"Yah, saya tidak tahu, mungkin saja. Mengapa tidak?" tambah Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Hamilton menepis anggapan bahwa seorang pembalap harus menjuarai gelar bersama beberapa tim berbeda untuk membuktikan kapasitasnya.
"Saya tidak punya pendapat khusus mengenai hal itu," ujar Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Ia memuji stabilitas internal yang dimiliki oleh tim pesaingnya tersebut.
"Saya tidak tahu apakah itu membuat perbedaan yang sangat besar," kata Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Ia menyoroti rekam jejak hubungan antara Verstappen dan manajemen Red Bull.
"Menurut saya, dia berada di tim yang hebat. Dia sudah sangat lama bersama mereka, dan performa mereka terus meningkat dari waktu ke waktu. Jelas sekali, itu adalah tempat yang luar biasa untuk berada dan bekerja," puji Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Hamilton menilai bertahan di lingkungan yang mendukung merupakan keputusan yang rasional bagi pembalap manapun.
"Jika melihat rekam jejak para pembalap yang sering berganti tim, ada yang melakukannya berkali-kali—hasilnya pun bisa jadi bagus atau justru buruk," jelas Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Ia menutup pandangannya mengenai langkah politik yang diambil sang rival.
"Namun, tentu saja ada baiknya untuk tetap berada di tempat di mana Anda merasa nyaman; itu adalah pilihannya, dan itu bukan pilihan yang buruk," kata Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Di luar isu kontrak Verstappen, Hamilton mengalihkan fokusnya untuk memenangi Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort pekan ini.Sirkuit tersebut menjadi salah satu lintasan tersisa yang belum pernah ia menangi sebelum dicoret dari kalender F1 mulai 2027.
"Saya sudah menang di hampir semua sirkuit lain, tetapi saya rasa – atau saya tidak ingat – apakah saya pernah menang di sini sebelumnya, jadi saya tentu ingin mengubah hal itu," ujarnya Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Ia mengagumi atmosfer khas yang dihadirkan para pendukung tuan rumah di lintasan tersebut.
"Motivasi saya sangat besar. Ini sirkuit yang luar biasa. Penontonnya pun hebat," puji Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Ia mengakui dominasi serta dukungan publik lokal terhadap Verstappen di Zandvoort.
"Sirkuit ini sangat istimewa, terutama bagi Max yang datang ke sini dan mendapat dukungan luar biasa sepanjang akhir pekan; mereka benar-benar menghidupkan suasana. Bisa dibilang, ini adalah sirkuit yang belum benar-benar berhasil saya taklukkan di Formula 1," aku Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Hamilton menegaskan target utamanya pada akhir pekan balapan kali ini.
"Jadi, ini jelas merupakan hal yang ingin saya upayakan akhir pekan ini," tutup Lewis Hamilton, Pembalap Ferrari.
Penetapan masa depan Verstappen turut meredakan ketegangan di internal Mercedes.George Russell mengonfirmasi posisinya tetap aman untuk musim 2027 setelah berdiskusi langsung dengan bos tim, Toto Wolff.
"Kursi saya tidak pernah terasa terancam, dan saya merasa aman 100% dengan Toto dan tim," ujar George Russell, Pembalap Mercedes.
Toto Wolff pun menegaskan komitmen Mercedes untuk mempertahankan susunan pembalap yang ada saat ini tanpa melakukan perubahan besar.
"Kami tidak ingin mengubah susunan pembalap. Saya sangat puas dengan keduanya," kata Toto Wolff, Bos Tim Mercedes.
Di tempat lain, Fernando Alonso masih menunda keputusan terkait masa depannya di Aston Martin hingga melakukan pertemuan dengan Lawrence Stroll dan Adrian Newey.
"Jika tim membutuhkan saya untuk mengemudi, saya akan mempertimbangkan," ujar Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Alonso juga membuka opsi untuk mengambil peran strategis lain di luar posisi pembalap utama.
"Jika saya bisa lebih berharga dalam posisi lain, saya juga akan mempertimbangkan dan senang," kata Fernando Alonso, Pembalap Aston Martin.
Pengamat Formula 1 Edd Straw menyebut fokus Red Bull kini beralih pada pengisian kursi tim satelit Racing Bulls, terutama dengan melesatnya performa Nikola Tsolov di Formula 2.