Strategy menghimpun dana dari penjualan saham MSTR
Strategy, perusahaan teknologi dan pemegang Bitcoin (BTC) korporasi terbesar, menghimpun dana bersih sekitar US$333,7 juta dari penjualan saham MSTR pada 10 hingga 16 Agustus 2026. Di periode yang sama, perusahaan tidak membeli Bitcoin dan justru mempertahankan cadangan BTC sebesar 840.447 BTC per 16 Agustus 2026.
Strategy menjual sekitar 3,46 juta saham biasa MSTR melalui program at-the-market (ATM) selama 10 hingga 16 Agustus 2026, menghasilkan dana bersih sekitar US$333,7 juta. Dalam laporan periode tersebut, perusahaan tidak melaporkan pembelian maupun penjualan Bitcoin, sehingga jumlah BTC yang dimiliki tidak berubah dibanding pekan sebelumnya.
Executive Chairman Strategy Michael Saylor mengumumkan transaksi terkait cadangan dolar dan saham preferen. Ia menegaskan bahwa perusahaan menambah US$150 juta ke USD Reserve dan membeli kembali STRC senilai US$132 juta.
"Strategy menambahkan US$150 juta ke cadangan dolar AS dan membeli kembali STRC senilai US$132 juta," tulis Saylor.
Setelah transaksi itu, Strategy mencatat USD Reserve sebesar US$4,8 miliar per 16 Agustus 2026. Saylor juga menyebut penambahan tersebut memperpanjang USD Duration menjadi 2,8 tahun dan memperketat STRC BTC Credit menjadi 114 bps.
"Strategy added $150M to its USD Reserve and repurchased $132M of $STRC, extending USD Duration to 2.8 yrs (+41 days) and tightening STRC BTC Credit to 114 bps (-4 bps). As of 8/16/26: ?840,447 BTC Reserve; $4.8B USD Reserve. $MSTR" Strategy.
Strategy juga mencatat ketiadaan pembelian Bitcoin selama delapan minggu berturut-turut hingga 16 Agustus 2026. Perusahaan terakhir kali menambah cadangan BTC sebelum periode delapan minggu tersebut, sementara laporan terbarunya tidak memuat penambahan BTC.
Harga saham MSTR pada saat yang sama dilaporkan dipengaruhi oleh korelasi dengan pergerakan Bitcoin. MSTR dicatat menutup sesi di sekitar $103,76 pada Kamis, setelah sempat menyentuh $106,90, sementara Bitcoin menguat dari bawah $65.000 menuju hampir $70.000.
Strategy mulai membeli Bitcoin pada 2020 dan sejak itu menggunakan berbagai sumber pendanaan untuk menambah kepemilikan BTC, termasuk penerbitan saham dan instrumen pasar modal lainnya, namun belum ada pengumuman pembelian Bitcoin baru dalam periode delapan minggu tersebut.