Arkeolog Temukan Peradaban Kuno Besar di Amazon Menggunakan Teknologi LiDAR

Share

Para arkeolog menemukan peradaban kuno dari 600-850 SM di wilayah barat daya Amazon Basin menggunakan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR), menurut laporan Detikcom.

Penemuan ini mengungkapkan kota kuno dengan luas wilayah sekitar 4.400 km², tiga kali lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Selain itu, ditemukan ribuan pola geometris yang disebut geoglyph dan jalan yang menghubungkan berbagai situs di area tersebut.

Profesor Martti Pärssinen, penulis utama studi "Over 20,000 precolonial earthworks in the Southwest Amazonia," mengatakan, "Berdasarkan survei LiDAR yang mencakup 4.500 km², kami memperkirakan bahwa seluruh wilayah Aquiry seluas 183.000 km² mungkin mengandung sekitar 24.000 hingga 30.000 pekerjaan tanah yang dihubungkan oleh ratusan jalan, yang mengungkapkan skala modifikasi lanskap yang sebelumnya tak terbayangkan untuk bagian Amazonia ini."

Ia menambahkan, "Selanjutnya, kami akan menyelidiki bagaimana distribusi mereka berkaitan dengan ekosistem yang berbeda, serta lokasi galian tanah dan jaringan jalan kuno."

Teknologi LiDAR yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis aerial, yang dipasang pada drone atau pesawat untuk memetakan wilayah luas seperti hutan dan pegunungan. LiDAR bekerja dengan mengukur jarak suatu objek menggunakan sinar laser dan menghasilkan representasi tiga dimensi lingkungan sekitar.

Ada beberapa jenis LiDAR, termasuk terrestrial yang digunakan di permukaan tanah untuk pemetaan jalan dan gedung, serta bathymetric yang menggunakan laser hijau untuk memetakan dasar sungai, danau, atau laut dangkal dengan kemampuan menangkap medan daratan dan bawah air sekaligus.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author