Polisi China Temukan Anak Hilang 25 Tahun dengan Teknologi AI

Share

Setelah hampir 25 tahun hilang, Xie Qingshuai akhirnya ditemukan di China berkat teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan polisi di Hebei pada 27 November 2023.

Xie diculik saat masih bayi di Kota Xingtai, Provinsi Hebei, pada Januari 1999. Selama ini, keluarganya terus mencari dengan menawarkan hadiah besar, namun baru kini mendapatkan titik terang melalui sistem pengenalan wajah AI dari perusahaan Deepglint asal Beijing.

Polisi menggunakan teknologi "cross-age face comparison" yang membandingkan fitur wajah anggota keluarga, dengan foto kedua orang tua dan kakak laki-laki Xie sebagai referensi. AI menempatkan Xie di antara lima kandidat teratas dan tes DNA memastikan identitasnya.

Xie yang kini berusia 25 tahun tinggal di Kota Chengdu dan bekerja di bidang renovasi interior tanpa mengetahui keluarganya masih mencarinya. Setelah ditemukan, ia dibawa kembali ke Xingtai untuk bertemu keluarga.

"Saya telah menunggu hari ini selama 25 tahun," ujar Xie Kefeng, ayah kandung Xie Qingshuai. Kefeng akhirnya bisa memeluk putranya setelah terpisah selama seperempat abad.

Deepglint menyatakan Xie merupakan orang keempat yang berhasil ditemukan dengan teknologi mereka dalam enam bulan terakhir. Teknologi pengenalan wajah AI ini terus berkembang di China, dengan Baidu dan Tencent juga mengembangkan sistem serupa untuk membantu pencarian orang hilang.

Menurut China Daily, polisi di Provinsi Fujian berhasil menemukan lebih dari 500 orang hilang dalam enam bulan setelah menerapkan teknologi pengenalan wajah AI dari YouTu Lab.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author