Yale Temukan Metode EPV Ukur Volume Plasenta dalam 30 Detik
Kelainan ukuran maupun volume plasenta yang terlalu kecil dapat memicu berbagai bahaya kehamilan, termasuk risiko bayi lahir mati. Pemantauan organ krusial ini kini bisa dilakukan secara lebih mudah dan cepat melalui teknik terbaru. Metode bernama Estimated Placental Volume (EPV) ini dikembangkan oleh peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Yale, Harvey Kliman, bersama almarhum ayahnya, Merwin Kliman.
Inovasi ini menjadi alternatif praktis untuk mengukur volume plasenta janin, seperti dilansir dari HaiBunda. Pemeriksaan EPV hanya memerlukan waktu sekitar 30 detik menggunakan perangkat USG dua dimensi (2D) standar yang terjangkau. Tenaga medis cukup mengukur tinggi, lebar, serta ketebalan plasenta, lalu memasukkan datanya ke dalam rumus perhitungan khusus.
Sebelumnya, evaluasi volume plasenta mengandalkan teknik Virtual Organ Computer-aided Analysis (VOCAL) berbasis USG tiga dimensi (3D). Prosedur VOCAL memerlukan peralatan canggih yang mahal, operator dengan keahlian khusus, serta proses analisis yang memakan waktu lama.
Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam The Journal of Perinatal Medicine membuktikan akurasi EPV setara dengan metode VOCAL. Pengujian yang melibatkan 58 pasien kehamilan sehat menunjukkan korelasi ukuran yang hampir sempurna di antara kedua metode tersebut. Kliman menjalankan riset ini bersama Roberto Romero dari Institut Nasional Kesehatan Anak dan Perkembangan Manusia Eunice Kennedy Shriver. Peneliti berharap kemudahan teknik EPV dapat mendorong pemantauan plasenta lebih awal demi mendeteksi potensi komplikasi kehamilan sedini mungkin.