Ukraina Kekurangan Rudal Pencegat Patriot Saat Serangan Memuncak

Share

Sistem rudal pencegat Patriot di Ukraina kini teronggok tanpa peluru, terakhir kali ditembakkan 10 minggu lalu, saat negara itu menghadapi lonjakan serangan rudal Rusia, dilansir dari Detik iNET.

Enam belas tabung peluncur Patriot menunjukkan tanda penggunaan rutin, namun kepala teknisi bernama Dmytro mengaku sudah enam minggu tidak melihat peluncur itu ditembakkan.

Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan Ukraina hanya memiliki 1% dari total persediaan rudal pencegat Amerika Serikat yang dibutuhkan untuk bertahan melewati musim dingin, idealnya 5%.

"Ini pemandangan yang benar-benar memilukan ketika Anda memiliki peralatannya, tapi tidak dapat mencegat rudal apa pun," ujar Dmytro, dikutip Detik iNET dari CNN.

Pada Desember 2025, Dmytro mengalami pertama kalinya tanpa satu pun rudal pencegat untuk ditembakkan. Ia menggambarkan perasaan itu seperti "sudah belajar cara berjalan, tapi tak mampu melangkah. Anda tahu cara bernapas, tapi tidak bisa bernapas."

Peluncur Patriot beroperasi dengan sistem radar dan pusat kendali kompleks, di mana keputusan rudal mana yang harus dicegat diambil berdasarkan pengalaman dan instruksi komandan unit, menurut anggota awak Heorhi.

Krisis pasokan rudal ini diperparah oleh penggunaan masif di kawasan Teluk pada Maret dan April untuk menghadapi serangan drone yang murah dari Iran.

Dmytro mengakui bahwa mereka sudah menduga konflik di Timur Tengah akan memengaruhi Ukraina. "Kami sangat terkejut melihat berapa banyak rudal yang mereka luncurkan pada saat yang sama, rudal yang sama dengan yang bisa kami gunakan untuk melawan rudal balistik Rusia," ujarnya.

Pasukan koalisi rata-rata menggunakan 225 rudal pencegat per hari dalam empat hari pertama perang dengan Iran, sementara Lockheed Martin hanya memproduksi 620 rudal pencegat sepanjang 2025, atau sekitar 1,7 rudal per hari, menciptakan kesenjangan besar antara penggunaan dan produksi.

Pentagon telah membuat kesepakatan tujuh tahun pada Januari agar produksi rudal dapat mencapai 2.000 unit per tahun pada 2030, saat konflik di Ukraina memasuki tahun kedelapan.

Jumlah rudal pencegat yang dijanjikan Amerika Serikat kepada Ukraina dan cadangan AS yang tersisa tidak diketahui, meskipun Zelensky menyatakan Ukraina memiliki sekitar 1% dari persediaan tersebut dan berkeinginan merakit senjata itu dengan lisensi dari AS.

Di sela KTT NATO di Ankara, mantan Presiden Donald Trump menawarkan lisensi produksi kepada Ukraina, namun kemudian meragukan kelanjutan rencana itu. Perwakilan perusahaan pembuat senjata juga sempat bertemu Zelensky di Kyiv.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan belum ada keputusan terkait produksi rudal pencegat Patriot di Ukraina dan menekankan keamanan teknologi AS sebagai prioritas utama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author