KPK Tangkap Rektor Unsoed Terkait Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Akhmad Sodiq, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (20/8/2026) terkait dugaan suap penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran, seperti dilansir dari Detikcom.
Penangkapan tersebut dikonfirmasi oleh pihak lembaga antirasuah. Penyelidik mengamankan Sodiq saat yang bersangkutan sedang berada di wilayah Jakarta.
"Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor UNSOED," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat (21/8).
Status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi ini masih sebagai terperiksa. Lembaga antirasuah tersebut masih memiliki waktu untuk menentukan status hukum mereka secara resmi.
Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan keterangan mengenai lokasi penangkapan sang rektor. Pihaknya langsung membawa Sodiq menuju markas KPK untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
"Kalau Rektor dari kemarin sudah berada di Gedung Merah Putih karena posisi yang bersangkutan memang sedang di Jakarta," terang Ketua KPK, Setyo Budiyanto.
Selain Sodiq, tim KPK mengamankan 13 orang lainnya dalam rangkaian OTT di Jakarta dan Purwokerto, Jawa Tengah. Tim penyidik membagi lokasi pemeriksaan awal untuk belasan orang tersebut.
"Dua orang yang diamankan di Jakarta langsung dilakukan permintaan keterangan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK," kata Jubir KPK Budi Prasetyo.
Pemeriksaan sebagian pihak lainnya dipusatkan di markas kepolisian daerah setempat sebelum sebagian diterbangkan ke Jakarta.
"Sedangkan dua belas orang yang diamankan di Purwokerto, menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas," sambungnya.
Setelah melangsungkan serangkaian pemeriksaan di daerah, penyidik memboyong tujuh orang tambahan ke ibu kota.
"Sehingga sampai dengan saat ini pihak-pihak yang diamankan dalam rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut dan sedang menjalani permintaan keterangan di KPK, total sejumlah 9 orang," ucapnya.
Di antara jajaran pejabat Unsoed yang diamankan, terdapat dua figur pimpinan tingkat wakil rektor yang membidangi urusan keuangan serta kemahasiswaan.
"Benar (2 Warek ikut diamankan). Warek II dan III," kata Budi.
Dua pejabat kampus yang turut diamankan tersebut adalah Norman Arie Prayogo selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kuat Puji Prayitno selaku Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan.
Juru bicara penyidik menjelaskan bahwa penindakan ini berfokus pada dugaan transaksi ilegal dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di kampus negeri tersebut.
"Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo.
Dalam operasi penindakan tersebut, tim penyidik turut menyita uang tunai sebagai barang bukti dugaan suap masuk fakultas favorit tersebut.
"Memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana," lanjutnya.
Pascapenindakan hukum tersebut, KPK memasang segel di area kantor pimpinan rektorat Unsoed di Purwokerto.
Juru bicara Unsoed, Edi Santoso, menyampaikan kondisi terkini gedung rektorat setelah kedatangan penyidik KPK. Seluruh akses menuju area kerja rektor dan para wakil rektor telah ditutup.
"Ya di ruangan di lantai tiga ruang rektorat disegel semuanya. Ya ruangan lantai tiga itu Rektor dan Warek," kata Edi.
Edi menambahkan bahwa dirinya belum melihat secara langsung kondisi fisik penyegelan di lokasi karena pembatasan akses keamanan di lantai tiga gedung tersebut.
"Saya sendiri belum ke sana (lantai 3), tapi informasi dari pegawai, ya memang ruangan disegel, ya. Rektor dan Wakil Rektor, semuanya," terangnya.