Presiden Prabowo Siapkan Rp220 Miliar untuk Rehabilitasi Batu Busuk Sumbar

Share

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan dana sebesar Rp220 miliar untuk membangun kembali kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang sebagai bagian dari penanganan permanen di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuranji, Jumat (21/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menyampaikan bahwa proses lelang proyek ini sedang berjalan dan diperkirakan pemenang lelang akan diumumkan pada Oktober, dengan pekerjaan dimulai November 2026.

Menurut Andre, pembangunan ini bukan hanya untuk mengendalikan sedimen, tetapi juga untuk penanganan sungai secara menyeluruh guna mengurangi risiko banjir dan galodo susulan di kawasan tersebut.

"Untuk Batu Busuk Rp220 miliar. Proses lelang sekarang berjalan. Oktober sudah ada pemenang lelang, dan November mulai kerja," ujar Andre.

Ia menegaskan bahwa pembangunan di Batu Busuk akan berjalan bersamaan dengan proyek di Gunung Nago yang juga berada di kawasan DAS Kuranji.

"Jadi bukan hanya Gunung Nago yang diselesaikan November 2026. Di Kuranji ini, di hulunya, Batu Busuk juga akan diselesaikan. Pemerintah Presiden Prabowo tidak tidur," tambahnya.

Andre membandingkan percepatan penanganan bencana kali ini jauh lebih cepat dibandingkan penanganan bencana besar sebelumnya di 2012, yang baru ditangani permanen lima tahun kemudian.

"Bencana November 2025 lima kali lebih besar dibandingkan 2012. Tetapi penanganan permanennya Oktober 2026. Dalam 11 bulan sudah bisa dilakukan penanganan permanen," kata Andre.

Anggaran Rp220 miliar untuk Batu Busuk dan Rp175 miliar untuk Gunung Nago merupakan bagian dari total dana sekitar Rp19 triliun yang disiapkan pemerintah pusat untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Sumatera Barat secara bertahap.

"Ini sengaja kita datang hari ini untuk menjelaskan, inilah komitmen Presiden Prabowo," ujar Andre.

Dalam dialog dengan warga, beberapa masyarakat menyatakan kekhawatiran karena hujan deras singkat masih menimbulkan kecemasan, sehingga mereka meminta prioritas pada titik-titik rawan.

Andre menjelaskan bahwa pembangunan ini juga bertujuan mencegah bencana serupa di masa depan melalui normalisasi, pengerukan, dan penguatan tebing sungai.

"Anggaran ini bukan hanya untuk membangun check dam, bukan hanya membangun sungai. Ada normalisasi, ada pengerukan, ada penguatan tebing kiri-kanan," ujar Andre.

Selain pembangunan infrastruktur, Andre menekankan pentingnya pemulihan lingkungan dan telah berkoordinasi dengan Pemko Padang untuk menanam kembali pohon di kawasan hulu DAS Kuranji.

Ia juga telah berkoordinasi dengan Kepala BP BUMN dan CEO Danantara Muliaman Hadad untuk menyiapkan anggaran TJSL BUMN guna mendukung penghijauan di kawasan yang terdampak pembalakan liar.

"Saya sudah siapkan anggaran untuk menanam pohon di atas, di hulu. Yang botak-botak akibat pembalakan liar kita tanami kembali. Jadi pekerjaannya komprehensif dan menyeluruh," tutup Andre, yang juga Ketua DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bencana Berita rehabilitasi
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author