Kapolda Sumsel tingkatkan kewaspadaan Karhutla jelang musim kering
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho meminta seluruh Polres meningkatkan kewaspadaan serta penguatan pencegahan, mitigasi, dan penanggulangan Karhutla karena cuaca kering meningkatkan potensi kebakaran di wilayah Sumsel, pada arahan yang disampaikan melalui Zoom Meeting.
Penekanan itu merupakan tindak lanjut evaluasi penanganan Karhutla bersama Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Irjen Pol Sandi menyatakan pendekatan penanganan Karhutla di Sumsel sejak awal diarahkan bukan hanya pada penanggulangan, tetapi juga pencegahan melalui sosialisasi, edukasi, mitigasi, hingga penanganan kedaruratan sejak dini.
"Memang titik api tidak bisa kita tolak, tetapi bisa kita cegah dan kita mitigasi. Upaya-upaya yang dilaksanakan selama ini sudah berjalan cukup bagus, tinggal dijaga dan ditingkatkan pelaksanaannya," tegas Irjen Pol. Sandi.
Dalam arahan tersebut, Kapolda juga meminta informasi titik panas dari sistem pemantauan seperti SiPongi dan Lancang Kuning segera diteruskan ke command center Polres untuk ditindaklanjuti tim dan Satuan Tugas yang telah dibentuk.
"Langkah konkret apabila ada titik api itu yang perlu kita jadikan tolok ukur. Tim yang sudah dibentuk harus segera merespons dan menindaklanjuti," ujarnya.
Irjen Pol Sandi menginstruksikan jajaran kembali mengecek embung, sekat kanal, sumber air, serta ketersediaan sumur bor sebagai kesiapan pemadaman.
Kondisi kekeringan di Sumsel disebut mulai terlihat, termasuk penurunan permukaan Sungai Musi sekitar dua meter dan tidak adanya hujan selama hampir satu bulan, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pada tingkat provinsi, penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu melalui Satgas yang melibatkan Pemprov Sumsel, TNI-Polri, dan instansi terkait, dengan Irjen Pol Sandi sebagai Wakil Ketua Satgas dan Mayjen TNI Ujang Darwis sebagai Ketua Satgas.
Polda Sumsel juga mendukung pencegahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan menyebutkan telah dilakukan 43 sorti penerbangan, dilansir dari Detikcom.
Irjen Pol Sandi menyampaikan kebutuhan dukungan lanjutan modifikasi cuaca serta dukungan sarana udara untuk mempercepat verifikasi dan mitigasi di wilayah yang sulit dijangkau dalam dialog bersama Komjen Dedi.
"Kalau memang ada, kita jangan mundur. Sama-sama kita tindak lanjuti. Jangan pernah lelah untuk tetap berupaya semaksimal mungkin, karena upaya tidak akan menipu hasil," pesan Irjen Pol. Sandi.
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menegaskan penguatan mitigasi menjadi bagian penting untuk menekan risiko Karhutla dan mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
"Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Setiap informasi hotspot harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti di lapangan. Sinergi seluruh unsur menjadi kunci agar potensi Karhutla dapat ditekan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan," tegasnya.
Sebanyak 31 hotspot terpantau berada di wilayah Sumsel dengan konsentrasi antara lain di Kabupaten Musi Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, dan Kapolda meminta setiap temuan segera diverifikasi serta direspons agar potensi kebakaran dapat dicegah sebelum meluas, dilansir dari Detikcom.