Dokter Daniel Amen Ungkap Cara Bangun Bonding Anak Cukup 20 Menit

Share

Keterbatasan waktu akibat kesibukan kerap menjadi penghalang bagi orang tua untuk membangun perhatian emosional penuh kepada buah hati. Padahal, kedekatan emosional dapat dipelihara melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Membangun ikatan aman tidak selalu membutuhkan waktu berjam-jam setiap hari. Kualitas kebersamaan jauh lebih krusial dibandingkan durasi pertemuan antara orang tua dan anak.

Seperti dilansir dari HaiBunda, psikiater Dr. Daniel G. Amen membagikan strategi pengasuhan efektif melalui cuplikan podcast miliknya, Change Your Brain Every Day. Ia menyarankan orang tua menyisihkan waktu 20 menit sehari untuk memperkuat hubungan dengan anak.

Dalam durasi tersebut, orang tua diminta memberikan kebebasan penuh kepada anak untuk melakukan aktivitas yang mereka inginkan. Orang tua dilarang memberikan perintah, arahan, instruksi, maupun mengajukan pertanyaan.

Fokus utama dari metode ini adalah menikmati momen menyenangkan bersama antara orang tua dan anak. Meski demikian, penerapan metode ini diakui memiliki tantangan tersendiri bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak.

Dampak Positif bagi Kesejahteraan Anak

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology menegaskan bahwa investasi waktu orang tua berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan anak di dalam rumah tangga. Temuan ini memperkuat efektivitas saran Dr. Daniel G. Amen mengenai pentingnya alokasi waktu 20 menit tanpa gangguan.

Kehadiran orang tua secara utuh saat anak membutuhkan kenyamanan dan perhatian akan membentuk dasar keterikatan yang sehat. Sikap konsisten ini membuat anak merasa dihargai serta didengarkan.

Orang tua juga perlu memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan rasa sedih atau frustrasi. Sikap tenang yang ditunjukkan orang tua membantu anak mengenali emosi mereka dan memahami bahwa setiap perasaan dapat dikelola lewat komunikasi.

Selain itu, dorongan untuk memecahkan masalah secara mandiri perlu diberikan. Pendekatan ini membantu anak menyadari bahwa emosi bersifat sementara sekaligus membangun kepercayaan bahwa orang tua selalu dapat diandalkan saat menghadapi kesulitan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author