Kekeringan Melanda Pandeglang 24 Ribu Warga Terdampak

Share

Sebanyak 24 ribu jiwa di 15 kecamatan Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (21/8/2026).

Bencana kekeringan tersebut telah mengganggu suplai harian untuk sekitar 6.300 Kepala Keluarga yang tersebar di 42 desa. Pemerintah daerah setempat berupaya menyalurkan bantuan logistik untuk merespons kondisi darurat tersebut.

"Data perhari ini ada sekitar 24 ribu jiwa atau sekitar 6.300 Kepala Keluarga di 42 desa yang ada di 15 kecamatan, terdampak kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan.

Sebagai langkah penanganan, Pemkab Pandeglang terus mendistribusikan bantuan pasokan pasokan air ke pemukiman warga terdampak.

"Total air bersih yang sudah kami salurkan sebanyak 313.000 liter untuk membantu warga yang kesulitan air bersih," kata Riza.

Kebutuhan pasokan air minum dan harian warga kini bergantung pada pengiriman armada tangki pemadam dan kebencanaan.

"Warga diimbau agar dapat memanfaatkan air bersih ini dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.

Dampak kemarau panjang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar karena pasokan sumur warga mulai tak mengalir.

"Kami sangat terbantu karena sumur kami sudah kering, dan air bersih juga sulit didapat," katanya Supri, warga Kampung Kadu Kupa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author