Saham BBNI Dibuka Naik Ke Rp3.600 Pada Perdagangan 21 Agustus 2026

Share

Harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berkode BBNI dibuka menguat 10 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp3.600 per lembar saham pada sesi pertama perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026.

Kenaikan harga saham bank BUMN tersebut terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan yang juga merangkak naik pada pembukaan perdagangan pagi. Pada penutupan pasar sebelumnya, saham BBNI berada di level Rp3.590 per lembar dengan total nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp135 triliun.

Sebelum kenaikan hari ini, saham BBNI mencatatkan penguatan 0,55 persen ke level Rp3.630 per lembar pada Jumat, 14 Agustus 2026. Dalam transaksi harian saat itu, volume perdagangan mencapai 19,65 juta saham dengan nilai transaksi Rp71,03 miliar dan akumulasi beli bersih investor asing sebesar Rp5,06 miliar.

Investor asing terus membukukan net buy secara konsisten pada saham BBNI senilai total Rp130,06 miliar sepanjang periode 6 Agustus hingga 14 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Dalam satu bulan terakhir hingga pertengahan Agustus, pergerakan saham BBNI mencatatkan kenaikan sebesar 2,83 persen.

Dari sisi valuasi, rasio price to book value BBNI berada di level 0,83 kali dengan price earning ratio yang disetahunkan di posisi 6,29 kali. Sementara itu, Samuel Sekuritas mencatat saham BBNI telah mengalami penurunan 14,79 persen sepanjang tahun 2026 hingga pertengahan Agustus.

Kinerja keuangan emiten mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,75 triliun pada semester I-2026. Capaian ini meningkat dari perolehan laba bersih periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp10,09 triliun.

Pada kuartal II-2026, BBNI membukukan laba bersih Rp5,1 triliun atau naik 8,1 persen secara tahunan. Penyaluran kredit tumbuh 24,4 persen secara tahunan menjadi Rp969 triliun, didorong pertumbuhan kredit korporasi sebesar 25 persen dan segmen menengah sebesar 62 persen.

Manajemen BBNI merevisi pandangan net interest margin tahun 2026 dari rentang 3,5–3,8 persen menjadi 3,3–3,5 persen akibat penarikan saldo Simpanan Anggaran Lebih Kementerian Keuangan sebesar Rp84,7 triliun pada Oktober 2026. Meski demikian, perseroan tetap mempertahankan target pertumbuhan kredit 8–10 persen pada 2026.

Atas capaian kinerja tersebut, Mandiri Sekuritas menyematkan rekomendasi beli untuk saham BBNI dengan target harga Rp4.000 per lembar saham, sedangkan Samuel Sekuritas memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.700 per lembar saham.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BBNI BNI saham perbankan
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author