DPD RI Buka Pendaftaran Awards 2026 Bebas Intervensi
Masyarakat kini dapat mendaftarkan diri atau mengusulkan tokoh penggerak daerah dalam ajang DPD RI Awards 2026. Seperti dilansir dari Detikcom, pendaftaran untuk penghargaan tingkat nasional ini masih dibuka bagi publik.
Ajang penghargaan tahun ini menyediakan empat kategori bidang utama serta satu penghargaan khusus. Keempat bidang tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta seni dan budaya.
Kategori Inovator Pendidikan Non-Formal atau Pendidikan Luar Sekolah ditujukan bagi individu yang berdedikasi memperluas kesempatan belajar masyarakat. Sementara itu, bidang kesehatan menyiapkan apresiasi Inovator Teknologi Kesehatan.
Kategori teknologi kesehatan menyasar profesional, akademisi, atau individu yang menghasilkan penemuan obat, terapi, maupun alat kesehatan melalui riset klinis dan laboratorium. Pada sektor pangan, terdapat penghargaan Penggerak Desa Mandiri Pangan.
Kategori pangan ini diberikan kepada tokoh yang mendorong pemanfaatan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Adapun kategori Pelestari Budaya Daerah disiapkan bagi sosok yang aktif mengembangkannya hingga tingkat internasional.
DPD RI juga menghadirkan Special Recognition Awards. Apresiasi khusus ini dialokasikan bagi individu maupun kelompok yang memberikan kontribusi secara konsisten untuk kemajuan daerah.
Jaminan Independensi Seleksi Pemenang
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menegaskan bahwa proses penyaringan pahlawan daerah atau local hero ini berjalan transparan tanpa intervensi pihak manapun.
"Ini kami lakukan karena begitu banyak aspirasi yang masuk, begitu banyak potensi dari daerah local hero, local champion yang itu belum masuk radar," kata Sultan.
Sultan menjelaskan bahwa ajang ini dirancang khusus untuk menjaring sosok-sosok potensial di daerah yang selama ini belum mendapat perhatian publik secara luas.
"Kami 152 anggota DPD yang kalau dikonversikan itu hampir 80 juta masyarakat daerah yang menitipkan amanah ke kami. Makanya melalui DPD Awards kita mau menjaring, lalu menemukan begitu banyak potensi yang belum terjaring, local hero, local champion. Orang daerah yang banyak berkontribusi berpartisipasi pada kemajuan daerah di bidang masing-masing tapi belum terpantau," jelas dia.
Proses penilaian akan diserahkan sepenuhnya kepada Dewan Pakar yang independen dan kapabel di bidangnya masing-masing. Jajaran pimpinan DPD RI pun dipastikan tidak memiliki akses untuk memengaruhi keputusan akhir tim penilai.
"Kategori nanti kita lihat, karena kami nggak boleh intervensi juga, ada bidang pariwisata, kebudayaan, perempuan dan anak, pendidikan, sosial, banyak lah pokoknya. Melibatkan juri-juri yang capable, independen dan transparansi. Pimpinan juga nggak bisa intervensi, sampai detik ini juga saya nggak tahu siapa yang jadi juara," ujar dia.