Indonesia dan China Sepakat Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Share

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun menggelar pertemuan bilateral di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Pertemuan ini menyepakati penguatan kerja sama pertahanan bilateral dan upaya bersama menjaga stabilitas kawasan.

Kunjungan resmi Menhan China ke Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Pertemuan 2+2 ke-2 serta Bilateral Meeting RI-RRT 2026. Dong Jun sebelumnya telah mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Kamis (20/8/2026) dan disambut langsung oleh Sjafrie.

Kementerian Pertahanan RI mencatat bahwa kemitraan pertahanan antara kedua negara telah terjalin selama 19 tahun sejak penandatanganan Defense Cooperation Agreement (DCA) pada 2007. Dalam konferensi pers bersama, kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk memperluas cakupan kolaborasi militer dan industri pertahanan di era mendatang.

Menhan China Dong Jun menegaskan komitmen kedua negara untuk menangkal berbagai potensi gangguan keamanan eksternal di kawasan Global Selatan.

"Kami akan bersama-sama untuk menggagalkan niat yang jahat dari kekuatan asing. Dan memberikan contoh bagi negara-negara Global Selatan untuk melakukan kerja sama model baru di bidang pertahanan," kata Dong Jun.

Dong Jun menambahkan bahwa kemitraan strategis ini berdiri di atas landasan kepentingan bersama untuk menciptakan stabilitas dan perdamaian pasca-Perang Dunia II.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto, hubungan kedua negara berada di titik awal yang baru. Tiongkok dan Indonesia sebagai komunitas senasib sepenanggungan, memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan pembangunan. Kita memikul tanggung jawab bersama, dan tepat saatnya untuk mempererat kerja sama pertahanan," ujar Dong Jun.

Pihaknya juga menekankan pentingnya pendekatan konstruktif guna mencegah dinamika yang dapat memperkeruh kondisi regional.

"Mengaduk-aduk situasi di kawasan dan berupaya mendorong perdamaian, keamanan, dan kemakmuran kawasan melalui kerja sama yang constructive," tutur Dong Jun.

Sementara itu, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyambut positif penguatan hubungan ini sebagai langkah strategis bagi modernisasi dan pembangunan kekuatan TNI.

“Ini merupakan suatu langkah maju yang dilakukan di era pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang,” kata Sjafrie.

Sjafrie menjelaskan bahwa perluasan kerja sama ini mencakup peningkatan kapasitas personel TNI hingga jenjang prajurit bawah.

“Jadi, kita akan tingkatkan latihan bersama, kita akan tingkatkan sekolah, dan kita akan tingkatkan pertukaran prajurit TNI tidak hanya pada tingkat perwira, tapi juga di tingkat bintara dan tamtama dalam kaitan latihan bersama,” ujar Sjafrie.

Guna mempererat hubungan antartentara, Indonesia secara terbuka mengundang militer China untuk berpartisipasi dalam latihan gabungan berskala internasional.

“Kami juga mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk ikut serta di dalam latihan bersama seperti Heping Garuda yang merupakan salah satu bentuk konkret hubungan antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok,” kata Sjafrie.

Selain menggelar pertemuan di Kementerian Pertahanan, kunjungan delegasi China ke Indonesia juga mencakup pertemuan strategis dengan Menteri Luar Negeri RI Sugiono yang membahas berbagai isu keamanaan, politik, dan ekonomi.

Sjafrie mengungkapkan bahwa persahabatan kedua negara juga diperkuat melalui pendekatan kebudayaan saat menyambut Dong Jun di Bali.

“(Kemarin) beliau (Dong Jun) sempat hadir di Bali melihat Garuda Wisnu Kencana. Dan di situ beliau berkesan dan terkesan bahwa rupanya kebudayaan Indonesia mirip dengan kebudayaan yang ada di Tiongkok,” kata Sjafrie.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author