BMKG Catat Suhu Udara Terpanas Indonesia Capai 37,4 Derajat Celsius
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan lonjakan suhu udara di sejumlah daerah Indonesia dalam dua hari terakhir. Suhu maksimum tertinggi yang terpantau menembus angka 37,4 derajat Celsius, seperti dilansir dari Detik Health.
Catatan suhu ekstrem tersebut dihimpun melalui pemantauan stasiun BMKG mulai 20 hingga 21 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Stasiun Geofisika Lampung Utara menduduki posisi puncak sebagai wilayah tercenderung paling panas.
Kondisi cuaca panas ini bertepatan dengan perluasan wilayah terdampak musim kemarau di tanah air. Dinamika iklim global menjadi pemicu utama yang memperluas cakupan wilayah kering tersebut.
BMKG juga mengidentifikasi penguatan fenomena El Nino yang kini memasuki kategori kuat. Indikasi ini terlihat dari anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik tengah dan timur (Nino 3.4) yang melampaui +2 derajat Celsius.
Penguatan El Nino berdampak langsung pada pemangkasan curah hujan secara signifikan. Akibatnya, durasi dan intensitas musim kemarau di wilayah Indonesia berpotensi menjadi jauh lebih kering dari biasanya.
Dampak ini kian parah lantaran diperkuat fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang berada di angka indeks 0,63. Fenomena IOD positif menyebabkan aliran uap air bergerak dari Indonesia barat menuju pesisir timur Afrika.
Perpaduan antara El Nino kuat dan IOD positif memperbesar ancaman kemarau ekstrem secara nasional. Masyarakat diimbau mewaspadai ancaman kekeringan serta peningkatan risiko kebakaran lahan.
| Stasiun / Lokasi Pemantauan | Suhu Maksimum (°C) |
|---|---|
| 37,4 | 36,6 |
| 36,5 | 36,4 |
| 35,6 | 35,5 |
| 35,4 | 35,3 |
| 35,3 | 35,2 |