Game Science Rilis Cuplikan Perdana Game Black Myth Zhong Kui

Share

Pengembang gim asal Tiongkok, Game Science, resmi merilis cuplikan gameplay perdana berdurasi 15 menit untuk gim terbaru mereka, Black Myth: Zhong Kui, pada Kamis (20/8/2026). Penayangan ini sekaligus memperingati dua tahun peluncuran gim pendahulunya yang sukses secara global, Black Myth: Wukong.

Gim aksi RPG tunggal ini mengusung kisah dewa mitologi Tiongkok yang bertugas membasmi iblis. Tayangan video beresolusi tinggi yang dibangun dengan Unreal Engine 5 tersebut memperlihatkan sistem pertarungan berbasis pedang, mekanik pangkasan, tangkisan, pengalihan energi, enchantment elemen api dan petir, hingga kemampuan memanggil serta merasuki sekutu iblis.

Pengembang mengonfirmasi bahwa gim ini dikembangkan untuk platform PC dan konsol utama. Meski belum memiliki tanggal rilis resmi, sejumlah pengamat industri memproyeksikan gim ini baru akan meluncur pada akhir 2027 atau 2028 karena proses pengembangan yang masih berada pada tahap awal.

Pihak studio menegaskan melalui akun resminya di platform X mengenai status proyek tersebut saat ini.

"Cuplikan ini menawarkan tampilan awal protagonis dalam pertarungan, beserta sekilas jalan ceritanya," tulis Game Science. "Karena gim ini masih dalam tahap awal pengembangan, semua cuplikan diambil di dalam gim dari versi yang sedang dikerjakan dengan rasio aspek 21:9. Rilis akhir mungkin berbeda."

Pengembang juga memberikan penjelasan tambahan melalui bagian FAQ di situs resmi mereka mengenai potensi perbedaan materi promosi dengan hasil akhir.

"Materi promosi yang kami bagikan sepagi ini tentu dapat berbeda dari rilis akhir – sebagian dari apa yang kami jelajahi masih bersifat eksperimental," jelas Game Science.

Pihak studio menambahkan detail konsep dan pendekatan gameplay yang diusung dalam judul kedua seri Black Myth ini.

"Seperti namanya, Black Myth: Zhong Kui juga berakar pada mitologi dan cerita rakyat Tiongkok kuno. Kedua, ini akan kembali menjadi RPG aksi pemain tunggal yang tepat, mengikuti model bisnis yang sama seperti sebelumnya," tambah Game Science.

Pihak pengembang menyatakan komitmen mereka untuk mempertahankan elemen favorit para pemain dari gim sebelumnya.

"Selanjutnya, seperti yang mungkin Anda simpulkan dari cuplikan gameplay terbaru, kami berharap dapat mempertahankan banyak hal yang disukai pemain dari judul Black Myth sebelumnya, sambil juga secara antusias menjelajahi gameplay khas yang disesuaikan dengan protagonis baru, fitur teknis mutakhir, dan pendekatan penceritaan yang terdiferensiasi," ungkap Game Science.

Mengenai jadwal peluncuran, studio menegaskan tidak akan terburu-buru dalam menyelesaikan proses produksi gim ini.

"Pertama, gim ini harus cukup bagus untuk mengesankan bahkan rekan-rekan kami yang berpengalaman dan telah melihat segalanya. Jadi ya, itu praktis menjamin prosesnya tidak akan cepat," tegas Game Science.

Meskipun mengusung mitologi Tiongkok kuno, pengembang menyisipkan karya sastra berupa puisi di dalam deskripsi video cuplikan tersebut.

"Darah di bawah bilahku, kulukis rona merah baru di wajahku, Seorang sahabat lama berkunjung, hadir dalam mimpi yang berlangsung. Wajah-wajah lama, perbuatan masa lalu, telah lenyap dari pandanganku, Namun, aku mengingat setiap orang, siang dan malam tanpa ragu. Mereka yang terikat cinta tumbuh tua; jalan kebenaran membentang panjang; Nada rahmat atau dendam hari ini tidak menentukan lagu terakhir.

Siapa bilang Dunia Bawah jauh di sana? Malah lebih baik – sekali lagi aku akan melangkah di sepanjang jalan," bunyi puisi Game Science.

Latar belakang sosok Zhong Kui juga dipaparkan melalui ringkasan legenda di situs resmi studio.

"Menurut legenda, Zhong Kui adalah seorang sarjana top dalam ujian kerajaan Dinasti Tang," bunyi sinopsis legenda Zhong Kui di situs Game Science. "Ketika dia pergi menemui kaisar untuk pengangkatannya, kaisar merasa jijik dengan penampilannya yang garang dengan alis tebal, mata besar, dan fitur yang sangat buruk rupa, lalu mengusirnya dari balai emas. Dalam kemarahannya, Zhong Kui membenturkan kepalanya ke pilar istana dan meninggal."

Sutradara Seni Game Science, Yang Qi, membeberkan alasan studio tidak membuat sekuel langsung dari Wukong melalui unggahan di media sosial.

"Trik lama dan tipu daya seperti itu tidak berfungsi lagi," tulis Yang Qi. "Jika kita ingin meninjau kembali materi Perjalanan ke Barat, kita harus pergi ke tempat lain terlebih dahulu dan mengasah hal-hal mendasar kita."

Pendiri Game Science, Feng Ji, merespons komentar netizen di platform Weibo mengenai peningkatan teknologi yang digunakan dalam pembuatan gim.

"Biayanya juga ikut naik level," sahut Feng Ji.

Melalui peluncuran cuplikan ini, Game Science mencatat rekor penonton lebih dari 3 juta tayangan dalam waktu tiga jam di platform Bilibili. Hampir seluruh tim pengembang asli Black Myth: Wukong dipertahankan penuh untuk mengerjakan proyek ini sejak hari pertama.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author