JARR dan BYAN Kompak Bantah Rumor Akuisisi Saham Batubara

Share

Manajemen PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) secara resmi membantah isu pengambilalihan mayoritas saham BYAN oleh Grup Haji Isam pada Rabu (19/8/2026). Pergerakan spekulatif yang dipicu rumor tersebut sempat melambungkan harga saham sebelum akhirnya jatuh drastis. Klarifikasi resmi dirilis kedua perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meredam gejolak pasar modal.

Isu akuisisi bermula dari kabar pertemuannya pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam dengan pemegang saham pengendali BYAN, Dato' Low Tuck Kwong, serta pemilik Republik Korpora Indonesia, Norman Joesoef, saat meninjau area tambang di Kutai Kartanegara pada Sabtu (15/8/2026). Spekulasi pasar menyebutkan pihak Haji Isam berencana mengambil alih sekitar 62,2 persen saham BYAN. Sentimen tersebut sempat memicu kenaikan harga saham BYAN hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) di level Rp17.275 pada Selasa (18/8/2026), sementara saham JARR melonjak 24,88 persen ke posisi Rp2.510.

Lima emiten lain yang terafiliasi dengan Haji Isam juga ikut menguat tajam.

Direktur Utama JARR, Indra Irawan, menegaskan bahwa pihak perseroan maupun grup perusahaan tidak mengagendakan aksi korporasi tersebut.

<">Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, perseroan maupun grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham Bayan Resources,<"> jelas Indra dalam laporan resmi kepada BEI. Penegasan serupa disampaikan oleh pihak manajemen BYAN untuk merespons kesimpangsiuran informasi yang beredar di kalangan pemodal.

Sekretaris Perusahaan BYAN, Jenny Quantero, mengonfirmasi ketidaktahuan manajemen atas kabar pengambilalihan porsi saham pengendali perseroan. <">Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2% saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam,<"> ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pihak internal tidak memegang dokumen maupun rincian data terkait porsi nilai transaksi yang dirumorkan. <">Perseroan juga tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi, sehubungan dengan informasi mengenai rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham tersebut,<"> kata Jenny. Manajemen menegaskan operational perusahaan tetap berjalan normal tanpa kendala material akibat gejolak harga di bursa.

<">Perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha perseroan dan/atau harga saham Perseroan,<"> ungkap Jenny.

Merespons pembantahan resmi tersebut, harga saham BYAN langsung dibuka merosot 14,91 persen ke posisi Rp14.700 pada perdagangan Rabu (19/8/2026) pagi. Pada penutupan sesi pertama, saham terkoreksi 6,95 persen ke level Rp16.075 dengan nilai transaksi mencapai Rp61,63 miliar. Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyoroti tingginya risiko transaksi spekulatif bagi investor ritel saat menyikapi rumor pasar. <">Kalau isu seperti ini, yang harus memberikan informasi secara transparan kan dari bursa sebenarnya,<"> kata Rully usai acara Media Day pada Selasa (18/8/2026).

Rully menilai perlindungan terhadap investor ritel sangat krusial agar tidak terjebak aksi beli di harga puncak.

<">Retail investor yang lebih suka hal-hal yang spekulatif,<"> imbuh Rully. Ia menambahkan bahwa minat pemodal individu terhadap saham berbasis sentimen masih sangat tinggi di bursa.

<">Harus tetap dilindungi juga kan, jangan sampai mereka akhirnya rugi,<"> ungkap Rully. Ketertarikan investor terhadap isu spekulatif dinilai menjadi pendorong utama pergerakan harga saham emiten yang terlibat.

<">Tapi tetap aja mereka pada dasarnya senang yang kaya gitu,<"> tutup Rully. Di tengah dinamika pasar tersebut, PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) mengagendakan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 21 September 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author