Pramono Anung Lantik 884 Pejabat Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil sumpah jabatan terhadap 884 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemegang Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta pada Rabu (20/5/2026).
Langkah pelantikan massal ini mencakup berbagai posisi strategis mulai dari pejabat administrator, pejabat pengawas, ketua kelompok, ketua subkelompok, hingga kepala puskesmas guna meningkatkan efisiensi birokrasi.
Dalam prosesi tersebut, kepala daerah menekankan pentingnya tanggung jawab baru ini sebagai bentuk kepercayaan penuh untuk memberikan pelayanan publik yang optimal kepada warga ibu kota.
"Amanah yang Bapak-Ibu emban bukan sekadar penugasan jabatan melainkan kepercayaan untuk menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di Jakarta," kata Pramono Anung.
Aparatur yang baru diambil sumpahnya didorong untuk menciptakan terobosan baru agar sistem pelayanan masyarakat dapat berjalan secara lebih cepat dan responsif.
"Sec Secara khusus saya berpesan kepada para pejabat yang dilantik untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif dan transparan. Lahirkanlah inovasi, bangun budaya kerja, etos kerja yang sehat dan kondusif. Berikan pelayanan publik yang cepat, nyaman dan dirasakan manfaatnya bagi seluruh masyarakat yang ada di Jakarta," ujar Pramono Anung.
Selain masalah pelayanan, pengelolaan kebersihan lingkungan juga menjadi fokus perhatian utama yang memerlukan tindakan segera dari seluruh jajaran pemerintahan se-DKI Jakarta.
"Permasalahan sampah juga menjadi urgensi yang harus dikerjakan bersama. Saya minta kepada seluruh jajaran Pemerintah DKI Jakarta agar mempercepat, mengakselerasi implementasi gerakan pilah sampah," tutur Pramono Anung.
Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta ke-499, terdapat perkembangan positif terkait penurunan jumlah rukun warga (RW) yang masuk kategori kumuh di wilayah tersebut.
"Hal ini menandakan bahwa arah pembangunan Jakarta telah menyentuh sampai lingkungan masyarakat di tingkat paling bawah," ujar Pramono Anung mengenai data penurunan RW kumuh dari 445 wilayah pada 2017 menjadi 211 wilayah pada 2026.