Bitcoin Tembus 72 Ribu Dolar AS Terpemicu Stimulus Likuiditas AS

Share

Pasar aset kripto mengalami lonjakan tajam hingga harga Bitcoin menembus level 72.200 dolar AS pada Kamis (20/8/2026). Penguatan pesat ini dipicu oleh intervensi likuiditas Departemen Keuangan Amerika Serikat, penurunan imbal hasil obligasi, serta sentimen positif terkait arah regulasi kripto di bawah Presiden Donald Trump.

Penguatan Bitcoin sebesar 15 persen sejak awal pekan ini mengantarkan harganya ke titik tertinggi dalam 10 minggu terakhir. Menurut data perdagangan, Bitcoin sempat menyentuh area 72.200 dolar AS setelah sebelumnya terkonsolidasi di kisaran 64.000 hingga 66.000 dolar AS.

Katalis utama reli ini berasal dari keputusan US Treasury yang melipatgandakan program pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi 4 miliar dolar AS per operasi. Langkah tersebut menekan yield obligasi acuan pemerintah AS dan mendorong rotasi modal investor institusional dari instrumen pasar uang ke aset berisiko tinggi.

Chief Operating Officer BTSE Jeff Mei menyatakan penurunan imbal hasil obligasi menjadi motor penggerak utama bagi pergerakan aset digital.

"Ketika yield turun dan dolar melemah, aset berisiko cenderung menguat, dan kami sudah melihat Bitcoin bergerak lebih tinggi setelah kabar tersebut," ujar Mei.

Peningkatan harga kripto juga mendapat dorongan politik setelah Donald Trump menggelar pertemuan dengan sejumlah eksekutif perusahaan kripto di Gedung Putih pada Rabu (19/8/2026). Trump mendesak Kongres AS untuk segera mengesahkan Clarity Act guna memberikan kejelasan struktur hukum industri digital.

Selain faktor makroekonomi dan politik, lonjakan harga diperparah oleh aksi short squeeze di pasar berjangka. Data pasar mencatat posisi short kripto senilai lebih dari 3 miliar dolar AS terlikuidasi secara masif, yang memaksa para trader melakukan pembelian kembali untuk menutup posisi mereka.

Gairah pasar turut mengerek aset kripto utama lainnya secara merata. Ethereum mencatatkan kenaikan harian sebesar 18,41 persen ke level 2.265,41 dolar AS, sementara XRP menguat 11,31 persen ke posisi 1,11 dolar AS, dan Solana naik 10,76 persen ke level 84,95 dolar AS.

Token Hyperliquid turut melonjak lebih dari 20 persen hingga mendekati level 74 dolar AS. Lonjakan tersebut terjadi setelah muncul sinyal positif dari pemerintah AS mengenai eksplorasi jalur hukum agar platform perdagangan derivatif terdesentralisasi itu dapat beroperasi secara resmi di Amerika Serikat.

Meski reli berlangsung agresif, Chief Operating Officer FLOQ Yudho mengingatkan investor domestic untuk tetap mewaspadai dinamika ekonomi global serta keputusan moneter mendatang.

"Dalam jangka pendek, investor perlu memperhatikan kombinasi kebijakan BI dan arah komunikasi The Fed. Dua katalis moneter besar yang muncul hampir bersamaan dapat meningkatkan volatilitas pasar, terutama jika hasilnya berbeda dari ekspektasi," kata Yudho.

Analis pasar menyarankan pelaku pasar untuk menerapkan strategi dollar-cost averaging dan menyisakan likuiditas tunai guna mengantisipasi volatilitas serta potensi koreksi jangka pendek.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author