Cuca Ungkap Strategi Rotasi Santos usai Lolos di Copa Sudamericana

Share

Pelatih Santos, Cuca, mengonfirmasi akan menerapkan strategi rotasi skuat demi menjaga kebugaran fisik para pemainnya di tengah jadwal pertandingan yang padat usai memastikan tempat di perempat final Copa Sudamericana pada Kamis (20/8/2026).

Klub berjuluk Alvinegro Praiano tersebut harus membagi fokus di tiga kompetisi sekaligus, yakni Liga Brasil, Copa do Brasil, dan Copa Sudamericana, meski sedang menghadapi krisis akibat sanksi larangan transfer serta masalah cedera pemain.

Kondisi fisik skuat Santos terkuras setelah berlaga di markas Macará yang berada di ketinggalan 2.500 meter di atas permukaan laut, di mana beberapa pemain muda mengalami masalah kesehatan akibat cuaca ekstrem.

Dalam laga tersebut, pemain muda Davizinho harus diganti pada jeda antarbabak karena mengalami sesak napas, sementara Ananias tampil dalam kondisi sakit akibat terserang virose yang menyebabkan demam serta mual.

Situasi tim makin mengkhawatirkan karena Santos harus kehilangan 14 pemain akibat cedera dan kepergian pemain di bursa transfer, sehingga Cuca terpaksa menurunkan tujuh pemain binaan akademi saat menghadapi Macará.

Cuca menegaskan tidak akan melepas salah satu kompetisi demi mengamankan kompetisi lainnya, melainkan memilih opsi merotasi susunan pemain berdasarkan tingkat energi dan kondisi kebugaran.

"Kami akan bertanding melawan Mirassol pada hari Minggu, ini pertandingan krusial. Hari Rabu kami menghadapi Palmeiras di sana, Minggu melawan Corinthians, lalu laga leg kedua, dan hari Minggu berikutnya kami pergi ke Porto Alegre. Saya tidak bisa memastikan tim ini yang akan main, kami akan melakukan rotasi. Siapa yang memiliki kondisi dan energi terbaik akan tampil," ujar Cuca, pelatih Santos.

Strategi bertahan yang diterapkan Santos saat menahan imbang Macará tanpa gol terbukti efektif menjaga keunggulan agregat 2-1 dari leg pertama, sekaligus membawa tim melangkah ke babak delapan besar.

"Target tercapai, tugas yang berat. Macará sedang menjalani momen terbaik dalam sejarah mereka dan sangat kuat di kandang. Lapangan penuh dan suporter antusias.

Mereka tahu cara bermain di lapangan dan ketinggalan ini. Ini bukan permainan yang indah secara teknis, tetapi strateginya berjalan sangat baik. Sistem pertahanan kami sempurna dari awal hingga akhir dan minim risiko," kata Cuca, pelatih Santos.

Pelatih berusia 63 tahun tersebut mengapresiasi kontribusi para pemain muda yang dinilainya tampil sangat disiplin dan memberikan dampak besar bagi masa depan klub.

"Saya sangat senang, sungguh bahagia. Yang membuat saya bersemangat adalah kerja keras ini. Kita tahu ini tidak mudah.

Kami terkena sanksi transfer, tidak bisa mendatangkan pemain, dan kehilangan enam pemain di bursa transfer. Hari ini kami memiliki 14 pilar yang absen. Saya keluar dari laga ini dengan sangat bahagia dan merasa makin kuat bersama para pemain muda dan kelompok ini," tutur Cuca, pelatih Santos.

Mengenai pencapaian tim secara keseluruhan, Cuca menepis kritik publik dengan membeberkan statistik performa tim yang mencatatkan tingkat efisiensi tinggi dalam beberapa laga terakhir.

"Setiap pertandingan adalah ujian dengan cara bermain yang berbeda. Kami baru saja membenahi lini pertahanan dan sekarang kami tidak kebobolan. Dalam 11 pertandingan terakhir, kami menang tujuh kali, seri dua kali, dan kalah dua kali.

Itu mencapai tingkat keberhasilan 70 persen. Jika melihat 16 laga terakhir, catatannya mencapai 63 persen. Tidak ada tim lain yang memiliki statistik seperti ini," ungkap Cuca, pelatih Santos.

Santos dijadwalkan kembali berlaga dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Brasil menghadapi Mirassol di Stadion Vila Belmiro pada Minggu (23/8/2026) sore waktu setempat.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Copa Sudamericana Cuca Santos
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author