KAI Tutup Permanen Dua Perlintasan Liar Usai Kecelakaan KRL di Jakarta
Dua kecelakaan orang tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di Kalideres, Jakarta Barat, dan Tebet, Jakarta Selatan, yang menyebabkan dua orang meninggal dunia. PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menutup secara permanen dua perlintasan liar yang menjadi lokasi kecelakaan tersebut, sebagai langkah peningkatan keselamatan.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan penutupan perlintasan liar akan segera dilakukan meskipun ada penolakan dari masyarakat. KAI bersama stakeholder terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat sekitar.
"Perlintasan liar yang membahayakan perjalanan KA dan masyarakat, kita akan komunikasi dan koordinasi dengan kewilayahan setempat dan juga sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, untuk dilakukan peningkatan keselamatan yaitu dengan cara di tutup permanen," ujar Franoto.
Dua perlintasan liar tersebut sebelumnya sudah masuk dalam daftar yang akan ditutup oleh KAI, dan sosialisasi telah dilakukan kepada masyarakat sekitar.
Dua korban kecelakaan KRL itu adalah seorang pelajar dan seorang pria lanjut usia. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di dua lintas berbeda, yaitu Bogor-Jakarta Kota dan Duri-Tangerang.
Korban di Kalideres adalah siswa SMA berinisial DK (18) yang tertemper KRL di antara Stasiun Rawa Buaya dan Batu Ceper, Jakarta Barat. Korban membonceng ayahnya saat motor yang dikendarainya tertemper kereta dalam perjalanan menuju sekolah.
Sementara itu, insiden di Tebet menyebabkan tewasnya pria lansia bernama Ishak, usia 80 tahun, warga sekitar. Polisi sudah melakukan pengecekan lokasi kecelakaan di jalur KRL rute Bogor-Jakarta Kota di Jalan Kebon Baru, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
"Korbanya seorang laki-laki diketahui bernama Ishak, usia 80 tahun," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Joko Adi.