BMKG Catat Gempa M52 Guncang Nagekeo NTT Pasca Bencana M77
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,2 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 01.12 WIB. Peristiwa guncangan dangkal berkedalaman 23 kilometer di laut tersebut dipastikan tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Hasil analisis BMKG menunjukkan titik episenter gempa berada di koordinat 8,38 derajat Lintang Selatan dan 120,60 derajat Bujur Timur, tepatnya 41 kilometer arah timur laut Nagekeo. Dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik, guncangan dirasakan hingga skala IV MMI di Sambi Rampas, Reok, dan Ruteng, serta skala III MMI di Borong, Bajawa, dan Mbay.
Peristiwa ini memperpanjang rentetan aktivitas seismik di NTT, setelah sebelumnya gempa bermagnitudo 5,7 juga menghantam daratan Manggarai pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB. Pada Senin, 17 Agustus 2026 pagi, BMKG turut merekam dua guncangan beruntun bermagnitudo 6,0 dan 5,8 di Mbay, Nagekeo pada kedalaman 10 kilometer.
Seluruh rangkaian guncangan tersebut merupakan gempa susulan dari bencana gempa utama bermagnitudo 7,7 yang meluluhlantakkan wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB, monitoring BMKG mencatat sebanyak 4.084 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.
Bencana utama pada 15 Agustus lalu menempatkan gempa NTT sebagai guncangan terbesar kedua di dunia sepanjang 2026 setelah gempa M7,8 di Filipina. Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dampak gempa utama tersebut mengakibatkan 47 orang meninggal dunia dan sekitar 2.000 warga mengungsi di Nagekeo, serta merusak 157 rumah warga dan puluhan fasilitas publik.